Dua Bidan Meninggal, Ratusan Nakes Terpapar Covid-19

dr Syaf Satriawarman

Sidoarjo, Bhirawa
Ratusan Nakes (Tenaga Kesehatan) yang bertugas di Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo terpaksa menjalani isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar virus Covid-19.
Berdasarkan data rata-rata Nakes Dinkes Sidoarjo yang menjalani Isoman adalah bertugas di 28 Puskesmas yang ada di wilayah setempat. Totalnya mencapai sebanyak 210 orang Nakes. Sedangkan di RSUD Sidoarjo yang harus menjalani Isoman sebanyak 134 orang. Secara keseluruhan 344 Nakes yang terpapar virus Covid 19.
Khusus di Dinkes ada 210 Nakes yang harus menjalani Isoman dan dua bidan yang meninggal dunia karena Covid-19. “Karena itu, kami bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi kesehatan yang diperbantukan dalam penanganan Covid-19. Hasilnya ada 144 mahasiswa kesehatan yang diperbantukan menangani pandemi ini,” terang Kepala Dinkes Pemkab Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman, Senin (26/7) kamarin.
Tidak hanya kekurangan Nakes, pihaknya juga kekurangan tenaga pemulasaran jenazah Covid-19. Apalagi, ada warga yang menjalani Isoman meninggal dunia di rumahnya. Dipastikan kesulitan untuk merawat jenazah itu hingga pemakamannya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Covid-19.
“Apalagi pihak desa atau kelurahan maupun Puskesmas masih harus menunggu tenaga pemulasaran dari RSUD atau rumah sakit lainnya. Pasti menunggunya kelamaan. Karena memang harus antre,” katanya.
Begitu pula soal rujukan ibu hamil yang terpapar Covid-19. Kata Syaf penanganan ibu hamil yang hendak melahirkan karena sudah terpapar Covid-19 juga mengalami kesulitan. “Makanya peran Satgas kecamatan, desa, kelurahan sangat dibutuhkan untuk penanganan masalah ini. Tapi, masalahnya kadang Satgas desa atau kelurahan untuk mengantarkan obat ke pasien Isoman karena Covid-19 saja tidak mau. Yang kerja justru bidan desa. Satu desa satu bidan harus mengurusi satu desa. Kan kasihan. Ini perlu adanya optimalisasi, termasuk optimalisasi pelayanan di Puskemas,” terangnya.
Sementara itu Direktur Utama RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan mengatakan, selama Juni 2021 RSUD Sidoarjo sudah melayani 1.127 pasien Covid-19. Rata-rata semua minta dirawat inap. “Sekarang 134 Nakes RSUD Isoman karena gejala Covid-19. Rata semua staf dan Nakes RSUD kena Covid-19, mulai tenaga pelayanan, UGD hingga petugas kamar mayat,” katanya. [ach]

Tags: