Dua Desa Sepi Pendaftar Bakal Calon Pilkades Serentak di Sidoarjo

M. Suprayitno. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Pendaftaran bakal calon kepala desa dalam Pilkades serentak tahun 2020 di Kab Sidoarjo, telah berakhir pada 30 Januari kemarin.
Data yang didapat dari panitia Pilkades serentak Kab Sidoarjo, ada dua desa di dua kecamatan, yang pendaftar bakal calon kadesnya masing-masing hanya ada satu orang saja.
Yakni di Desa Pilang Kec Wonoayu dan di Desa Singopadu Kec Tulangan. Karena hal ini, tentu saja akan dilakukan pendaftaran ulang di desa tersebut.
“Ya karena bakal calon Kadesnya cuma hanya ada satu, maka akan dibuka pendaftaran ulang,” jelas Kepala Bidang Pemerintahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Sidoarjo, M.Suprayitno SSTP MAP, Jum at (31/1) akhir pekan lalu.
Dari hasil rapat koordinasi dari tim panitia Pilkades Kabupaten Sidoarjo, kemarin, khusus desa yang bakal calon Kadesnya yang mendaftar hanya ada satu, maka akan ada pendaftaran ulang, yang dimulai pada 19 Pebruari sampai 9 Maret.
Sementara itu bagi desa-desa yang pendaftar bakal calon Kadesnya lebih dari 5 calon, lanjut Suprayitono, akan dilakukan seleksi, pada 18 Pebruari. Metodenya dengan cara computer asiated tes atau CAT. Yang akan dilakukan di ruang CBT Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab Sidoarjo.
“Tentu saja bakal calon yang tidak hadir dalam seleksi tersebut dianggap gagal karena mengundurkan diri,” katanya.
Suprayitno menyebutkan sejumlah desa di sejumlah kecamatan yang pendaftar bakal calon Kadesnya lebih dari 5 orang tersebut diantaranya, di Desa Boro Kec Tanggulangin ada 6 orang, di Desa Kedungturi Kec Taman ada 7 orang, di Desa Wonoayu Kec Wonoayu ada 6 orang, di Desa Bakungtemenggungan Kec Balongbendo ada 12 orang juga di Desa Bakungpringgodani ada 6 orang.
Kemudian, juga di Desa Masangan Kulon Kec Sukodono ada 2 orang, di Desa Jati Kec Sidoarjo ada 7 orang, di Desa Keboan Sikep Kec Gedangan ada 5 orang, terakhir di Desa Janti Kec Waru ada 10 orang.
“Nanti puncaknya pada tanggal 29 Maret, akan ditetapkan bakal calon Kades yang ikut dalam Pilkades serentak tahun 2020. Berikut juga penetapan nomor urutnya sekalian,” jelas Prayit.
Dalam Pilkades serentak tahun 2020 ini di Kab Sidoarjo, kata Prayit, akan diikuti sebanyak 175 desa di 18 kecamatan yang ada. Pelaksanaan coblosan Pilkades serentak tahap III ini, akan digelar pada 19 April 2020.
Pada Pilkades serentak tahun 2020 ini, selain akan dilakukan dengan penghitungan suara secara manual, kata Prayit, juga akan ada yang penghitungan suaranya secara elektronik atau e-votting.
Metode e-votting di Kab Sidoarjo, kata Prayit, sudah mulai dilakukan sejak Pilkades serentak tahun 2018 lalu. Jumlah desa yang menerapkannya sebanyak 14 desa. Namun pada tahun 2020, direncanakan akan diterapkan di 18 desa.
Mekanisme penghitungan suara dengan cara e-votting, kelebihannya menurut Prayit, penghitungan suara pada coblosan Pilkades akan lebih cepat selesai sehingga waktu menjadi efektif. Juga hasil coblosan suara tidak bisa dimanipulasi.
“Karena begitu coblosan dalam Pilkades ini selesai, maka hasil pemenang akan langsung bisa diketahui. Karena alat ini langsung melakukan rekap data, mulai pencoblos pertama sampai pencoblos terakhir,” jelasnya.
Pemakaian metode e-votting ini di Kab Sidoarjo, sementara waktu saat ini, kata Prayit, masih diutamakan dulu pada desa-desa yang jumlah daftar pemilih tetap (DPT) nya dianggap besar.
Salah satu contoh di Desa Sawotratap Kec Gedangan. Desa ini termasuk paling padat penduduknya di wilayah Kec Gedangan. Sehingga pada Pilkades serentak tahun 2020 ini, desa ini termasuk salah satu desa yang menerapkan penghitungan suara secara e-votting. (kus)

Tags: