Dua Kejari di Surabaya Fokus Tangani Korupsi Tak Tuntas

karikatur-korupsi1Surabaya, Bhirawa
Tahun 2015 merupakan gebrakan bagi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dalam penindakan kasus pidana korupsi. Namun hal ini tidak dibarengi oleh dua Kejaksaan Negeri (Kejari) di Surabaya, yakni Kejari Surabaya dan Kejari Tanjung Perak yang tak memiliki target penanganan korupsi di 2015 ini.
Tak ada target penanganan korupsi baru di tahun 2015 oleh dua Kejari di Surabaya ini, dikarenakan penanganan kasus korupsi di tahun sebelumnya masih ada yang belum tuntas. Inilah yang menjadi alasan bagi dua Kejari di bawah pengawasan Kejati Jatim untuk fokus pada penanganan kasus korupsi secara profesional.
Kepada Bhirawa Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak Bayu Setyo Pramono mengatakan, tahun ini bidang pidana khusus belum ada penanganan kasus korupsi yang baru. Namun, saat ini pidsus Korps Adhyaksa yang terletak di Jl Kemayoran Baru ini, sedang fokus pada penanganan dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sosial (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) di salah satu MI (Madrasah Ibtidaiyah) di kawasan Surabaya Utara.
“Pengusutan kasus korupsi baru belum ada. Saat ini kami fokus pada pengusutan dugaan korupsi dana BOS di salah satu MI yang berada di Srabaya Utara,” terang Bayu saat dikonfirmasi Bhirawa, Minggu (11/1).
Adakah penaikan level status pengusutan atas kasus ini, Bayu enggan membeberkan hal tersebut. Namun, dirinya tak menampik jika pengusutan kasus ini bakal naik level dari penyelidikan ke penyidikan dalam waktu dekat ini.
“Semoga pekan depan (Senin ini, red) dapat kita beberkan pengusutan kasus ini. Tunggu tanggal mainnya mas,” ungkap Bayu.
Senada dengan Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Roy Revalino selaku Kasi Pidsus Kejari Surabaya mengaku, saat ini pidsus Kejaksaan belum menangani kasus korupsi baru. Tapi, pihaknya sedang memfokuskan pada pengembangan dugaan kasuskorupsi penyelewengan dana kompensasi pembebasan lahan MERR-II C.
“Penanganan kasus korupsi baru belum ada. Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus MERR,” kata Roy.
Sebelumnya, Kepala Kejari (Kajari) Surabaya Tomo Sitepu menegaskan, tim pidsus Kejari sedang melakukan pendalaman kasus MERR. Sebab, kemungkinan besar pidsus akan menetapkan tersangkai lain dalam perkara ini, walaupun para tersangka sebelumnya sudah menjadi terdakwa dan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor.
“Pidsus kami masih melakukan pengembangan atas kasus MERR ini. Lebih jelasnya, nanti akan kami jelaskan pada saat di Kejati Jatim,” tegasnya.
Ditambahkan Tomo, tim pidsus saat ini sudah mengantongi sejumlah alat bukti sidang, untuk menetapkan para tersangka baru. Sayangnya, Tomo enggan menyebutkan siapa-siapa calon tersangka itu, dengan alasan akan dibeberkan pada saat acara di Kejati Jatim pada Rabu (14/1) nanti.
Terkait adakah penanganan kasus korupsi baru, Tomo menambahkan bahwa saat ini pihaknya fokus pada penuntasan kasus yang belum selesai ditangani. “Sementara fokus pada tunggakan kasus yang belum tuntas. Sebab, kita laksanakan penyelesaian perkara dengan arahan yang disampaikan Kajati Jatim,” imbuhnya. [bed]

Tags: