Dua Terminal Milik Pemprov Jatim Juara Nasional

Terminal milik Pemprov Jatim, Terminal Maospati dan Terminal Anjuk Ladang meraih juara pada lomba Terminal Sehat Nasional 2020 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan.

Surabaya, Bhirawa
Dua terminal tipe B yang ada di Provinsi Jatim menyabet juara dalam Lomba Terminal Sehat Tingkat nasional yang di selenggarakan oleh Kementerian Kesehatan.
Dua terminal di Jatim menjadi terminal terbaik yang dinilai paling sehat termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19.
Terminal Maospati Kabupaten Magetan dinobatkan sebagai Juara 1, dan Terminal Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk dinobatkan sebagai juara 2 dalam Lomba Terminal Sehat Tingkat Nasional untuk kategori terminal tipe B ini.
Perolehan dua gelar juara dari terminal Maospati dan Anjuk Ladang tersebut mengungguli Terminal Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah yang menduduki juara ketiga di ajang kompetisi yang sama.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku banggaan dan memberikan apresiasi ke seluruh warga Jatim khususnya para petugas yang sehari-harinya bertugas di dua titik terminal milik Pemprov Jatim tersebut.
Ia yakin bahwa mereka juga menjadi motor dan yang mengingatkan setiap pengunjung terminal agar selalu bermasker, tak lupa mencuci tangan dan juga tak lupa menjaga jarak.
Perolehan penghargaan ini sekaligus menjadi salah satu bukti kepatuhan dan mulai bergesernya adaptasi bagi warga Jatim di tengah pandemi covid-19, yaitu penegakan protokol kesehatan.
“Alhamdulillah, ini capaian yang membanggakan bagi warga Jatim secara keseluruhan. Bahwa di tempat publik, masyarakat Jatim tetap taat menjaga protokol kesehatan demi menjaga kesehatan dirinya dan orang lain,” kata Khofifah, usai menerima penghargaan Pemenang Lomba Terminal Sehat Tingkat Nasional 2020 oleh Kemenkes, Selasa (17/11).
Sebagaimana diketahui bahwa data menunjukkan penambahan kasus positif Covid 19 dalam waktu 4 bulan, sejak kasus pertama, telah mencapai 45 ribu orang meski kini penurunan kasus positif mulai terlihat.
Meski begitu, karena vaksin covid-19 belum ditemukan, maka penularan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini masih sangat mudah terjadi dari satu orang ke orang yang lain.
Oleh sebab itu, cara terbaik melindungi diri sendiri dan orang lain saat ini adalah dengan taat protokol kesehatan.
Sehingga, dalam rangka percepatan sosialisasi dan implementasi Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di tempat dan fasilitas umum, maka digelarlah ajang ini oleh Kemenkes. Dengan tujuan utama adalah pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara masif.
Sejumlah hal yang menjadi kriteria penilaian adalah keabsahan status operasional terminal, kebersihan seluruh lingkungan di terminal, penerapan Protokol Kesehatan baik bagi petugas dan masyarakat pengguna terminal.
Dan juga yang dinilai termasuk peran serta semua unsur yang ada di dalam terminal dalam memenuhi protokol kesehatan, peran serta Pemerintah Daerah sebagai penanggungjawab terminal dan inovasi yang dilakukan.
Menjadi yang terbaik pertama dan kedua, dua terminal di Jatim juga menyisihkan sejumlah peserta lain seperti Terminal Cikarang, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Terminal Cileungsi ,Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, Terminal Leuwiliang, Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, Terminal Pelabuhan Ratu, Kab. Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, dan lima terminal yang lain.
“Meraih penghargaan tentu bukanlah tujuan utama kami. Tujuan utama kami yang tak henti melakukan sosialisasi protokol kesehatan, adalah agar masayarakat Jatim sehat, dan ekonomi kembali menjadi kuat,” kata Khofifah.
Khofifah ingin agar masyarakat tetap bisa beraktivitas melakukan kegiatan ekonomi namun dengan kesehatan yang tetap terjaga. [geh]

Tags: