Dukung Inovasi Kurikulum Bisnis Digital

Pesatnya kemajuan teknologi belakangan ini, merupakan sebuah potret bahwa dunia sudah berubah, disrupsi sudah datang sehingga sudah saatnya semua pihak dituntut bisa adaptasi. Melihat situasi yang demikian, menjadi suatu tuntutan jika sektor pendidikan pun bisa memediasi atas perkembangan zaman. Salah satunya, perlu terhadirkanya kurikulum berbasis bisnis digital yang sekiranya mampu membekali skill peserta didik agar bisa terserap di dunia kerja dengan peningkatkan talenta digital sebagai salah satu kunci transformasi digital.

Melalui kurikulum bisnis digital setidaknya bisa memberi kesempatan kepada guru dan siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atau soft skill dalam penyelenggaraan bisnis digital. Pembelajaran digital idealnya mampu melahirkan wirausaha-wirausaha yang bisa menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga, tidak heran jika pemerintah perlu terus mendorong peningkatkan talenta digital sebagai salah satu kunci transformasi digital.

Merujuk data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), hingga tahun 2030, jumlah talenta digital terampil ditargetkan bisa mencapai 9 juta. dalam 15 tahun atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya. Upaya tersebut, sekaligus mendukung instruksi Presiden tentang transformasi digital nasional yang terampil pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tentu tidak bisa sendirian. Diperlukan dukungan dari sektor swasta dan juga para akademisi untuk menumbuhkan talenta digital terampil melalui kurikulum bisnis digital.

Lahirnya kurikulum bisnis digital menjadi salah satu bentuk kekuatan di dunia pendidikan dalam beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan teknologi. Mengingat saat ini, Indonesia menghadapi dua disrupsi. Salah satunya adalah disrupsi 4.0. Pembelajaran bisnis digital juga akan melahirkan wirausaha-wirausaha yang bisa menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus sebagai bentuk upaya mempersiapkan ekonomi yang tangguh melalui generasi masa depan yang memiliki keterampilan digital guna menjadi wirausaha yang kreatif, mandiri, dan andal. Sekaligus, diharapkan bisa menciptakan generasi penerus yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan tantangan global.

Masyhud
Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Tags: