Dukung Pengembangan E-Sport, Gelar East Java Student Championship 2021

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menyaksikkan simulasi kompetisi Mobile Legend pelajar SMA yang akan digelar pada 24 September mendatang.

Dindik Dorong Prestasi Siswa di Bidang E-Sport
Dindik Jatim, Bhirawa
Elektronik Sport (E-Sport) belakangan ini banyak digandrungi para remaja. Sayangnya, masih sedikit support yang didapat untuk mencetak prestasi dibidang ini. Maka sebagai bentuk dukungan prestasi, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim melalui Bidang Pembinaan SMA bersama Pengprov E-Spons Indonesia (ESI) Jawa Timur menggelar turnamen E-Sport. Kompetisi ini tidak hanya untuk mencari bibit atlet berbakat. Namun juga mendorong pendidikan kognitif pada remaja.
Kejuaraan E-Sport yang didukung PLN, Pelindo III, dan Bank Jatim ini menyasar pelajar SMA negeri dan swasta di Jatim dengan mengusung tema Spirit of East Java, cabang game yang dipilih adalah Mobile Legend. Sebanyak 2.500 peserta yang terbagi menjadi 500 tim ini akan berkompetisi pada 24 hingga 29 September secara online untuk babak penyisihan. Sedangkan untuk grand final akan digelar pada 9 Oktober secara offline.
Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menjelaskan, kini game online merupakan Cabang Olah Raga (Cabor) yang sudah diakui di level intemasional. Bahkan, Cabor ini dipertandingkan di Asian Games 2018 sebagai Cabor eksibisi. Selain itu pada SEA Games 2019 tim Indonesia berhasil meraih perak di nomor Mobile Legends: Bang Bang. Maka Dindik Jatim turut berupaya mendorong pertumbuhan olah raga E-Sport.
“Kami sengaja melibatkan sekolah untuk ikut aktif mendukung pendidikan olahraga,” kata Wahid.
Dia menjelaskan selama ini banyak kesan negatif terhadap e-sports. Padahal, olahraga itu memiliki manfaat yang cukup banyak. Salah satunya, E-sports mendorong kemampuan koginitif anak sekolah.
“E-sports juga melatih memori dan mendorong pelajar berpikir kritis,” tambah dia.
Wahid menyebut ada penghargaan yang diberikan untuk pemenang yang dikumpulkan pada partai final di Surabaya Total hadiah mencapai Rp25 juta.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov ESI Jawa Timur Daniel Agung mengatakan, Mobile Legend merupakan game yang bersifat kompetitif dan kerap dipertandingkan pihak pemerintah. Misalnya lewat tajuk Piala Presiden dan Piala Menpora. Mobile Legend juga menjadi salah satu game dengan penonton teramai dan terheboh.
Game online, jelasnya, kerap dipandang sebelah mata. Bahkan dianggap merugikan generasi muda. Padahal, dari sudut pandang yang lain, game online yang diakomodasi dan difasilitasi dengan baik mampu memberikan manfaat positif kepada generasi muda.
“Di antaranya, meningkatkan kemampuan pelajar di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM),” tuturnya.
Selain itu, e-sports juga mendidik para pemainnya dalam meningkatkan fokus, membuat strategi, meningkatkan kreativitas, hingga menjadi decision maker alias pengambil keputusan. Tidak kalah penting, ajang e-sports yang umumnya dilaksanakan secara berkelompok, juga mampu mengasah kekompakan dan kerjasama tim.
“Dari sinilah diharapkan tumbuh bibit-bibit muda atlet e-sports profesional dari Jawa Timur,” terangnya.
Sementara itu, East Java Student Championship 2021 digelar melalui beberapa tahap. Dari 500 tim menjadi 2 bracket masing-masing 250 tim akan dipertemukan pada babak single elimination. Bagi yang lolos, selanjutnya akan mengikuti tahal base of one single elimination sampai delapan besar.
“Para pemenang di babak ini akan bertanding secara offline. Di semifinal ada empat besar yang akan mengikuti best of three. Yang mendapatkan poin duluan akan lanjut final dan kita dapatkan pemenangnya,” jelasnya
Salah satu peserta, Syahru Ramadhan siswa kelas 10 SMA Muhammadiyah X Surabaya, menjabarkan salah satu persiapan yang dilakukan sebelum kompetisi digelar yakni banyak berlatih dengan teman se timnya. Bahkan ada jam khusus yang terjadwal untuk latihan ini.
“Kalau ada kesempatan biasanya main bareng. Habis isya sampai jam 9 atau setelah mengerjakan tugas kita main bareng,” kata dia.
Ia juga mengatakan jika melalui e-sport banyak interaksi yang dilakukan dengan teman-temannya. Apalagi sekolah mendukung penuh dengan mendirikan ekstrakulikuler dan komunitas e-sport. Karena itu, pembinaan kata Syahru juga dilakukan oleh sekolah. Mulai dari penyusunan startegi hingga teknik mengontrol musuh. [ina]

Tags: