DWP Dipenda Berikan Wawasan Politik Anggota

Wakil Ketua I DWP Provinsi Jatim, Badriah Idrus, didampingi Kepala Dipenda Provinsi Jatim Bobby Soemiarsono dan Ketua DWP Dipenda Provinsi Jatim Fitri Bobby Soemiarsono memukul gong menandai dibukanya Sarasehan Perempuan dan Politik. [ibad/bhirawa]

Wakil Ketua I DWP Provinsi Jatim, Badriah Idrus, didampingi Kepala Dipenda Provinsi Jatim Bobby Soemiarsono dan Ketua DWP Dipenda Provinsi Jatim Fitri Bobby Soemiarsono memukul gong menandai dibukanya Sarasehan Perempuan dan Politik. [ibad/bhirawa]

(Lomba Busana Kebaya Remaja, di Kantor Dipenda Provinsi Jatim)
Pemprov Jatim, Bhirawa
Kaum wanita perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya pada politik.  Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam seminar nasional Dharma Wanita Persatuan (DWP) beberapa waktu lalu, mengajakn agar kaum wanita meningkatkan pemahaman bahkan ikut serta dalam politik.
Ajakan ini  diaspirasi DWP Dinas Pendapatan (Dipenda) Provinsi Jatim, dengan menggelar sarasehan meningkatan pemahaman politik pada anggotanya, Rabu(30/4).   Sarasehan yang bertema ‘Dengan Semangat Kartini Kita Bangun Anggota yang Cerdas, Berkarakter Lulur dalam Berdemokrasi Serta Cinta Budaya Indonesia’ ini, tentunya sangat bermanfaat pada anggotanya. Khususnya dalam memberikan wawasan dalam peran serta di ranah publik, khususnya dibidang politik dan kehidupan demokrasi.
Ketua DWP Provinsi Jatim, Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua I DWP Provinsi Jatim, Badriah Idrus menjelaskan, sarasehan ini untuk membuka cakrawala pandang dan tergugah meningkatkan kapasitas tentang pentingnya peran serta anggota DWP dalam pembangunan. Karena proses pembangunan bukan semata-mata proses fisik, tapi juga berada pada ranah politik.
Melalui kegiatan ini, jelasnya, diharapkan dapat memberikan semangat untuk mewujudkan perempuan Indonesia sebagai ibu bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa perempuan Indonesia dimasa lalu telah berkesempatan diberbagai jabatan kekuasaan dan berperan aktif dalam berbagai aspek sosial kemasyarakatan. Baik ekonomi, sosial budaya dan politik tanpa meninggalkan perannya diruang domestik.
“Berpolitik yang dimaksud dalam pidato Ibu Negara, bukanlah menjadi anggota parpol atau aktif dalam kegiatan parpol. Karena sesungguhnya politik dalam arti sebenarnya adalah upaya untuk mencapai kesejahteraan,” jelas Chairani Yuliati, dalam sarasehan yang digelar di Dipenda Provinsi Jatim, Rabu (30/4).
Dengan demikian, lanjutnya, peran wanita Indonesia dalam dunia politik tidak dibatasi dan dilindungi oleh undang-undang dasar. Peran wanita dalam politik di Indonesia cukup penting, meski tidak secara langsung menjadi aktivis dalam partai politik.
“Itu wujud perjuangan Ibu Kartini syang sudah berjuang menuntut persamaan hak, adanya kesetaraan dan non diskriminasi bagi perempuan. Perjuangan Ibu Kartini mewujudkan persamaan hak dan derajat antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek, terutama akses untuk memperoleh pendidikan,” ungkapnya.
Dengan pendidikan tinggi, kata istri Sekdaprov Jatim, Dr H Akhmad Sukardi MM ini, maka perempuan Indonesia akan mampu terlibat dalam proses demokrasi partisipatoris, dan akan dilibatkan lebih jauh dalam proses pengambilan keputusan. Posisi ini akan sangat menguntungkan perempuan Indonesia, karena keterlibatannya akan mampu mengakomodir kebutuhan sesame perempuan Indonesia dalam proses pembangunan, mulai dari tingkatan pemerintahan yang paling bawah hingga pemerintah Pusat.
Sementara, Ketua DWP Dipenda Provinsi Jatim Fitri Bobby Soemiarsono, menambahkan, dalam sarasehan ini juga digelar lomba lomba busana kebaya remaja. Melalui lomba ini kaum wanita terutama kalangan remaja tergugah dapat lebih mencintai salah satu budaya Indonesia, tidak hanya mengikuti perkembangan tren mode dunia.
“Wanita Indonesia dikenal dunia sebagai wanita berkarakter, berbudi luhur, ramah tamah serta terkenal keluwesannya dengan busana kebaya yang khas. Melalui momen ini secara tidak langsung mengenalkan kepada generasi muda salah seorang pahlawan nasional yang memperjuangkan kaum wanita Indonesia yaitu RA Kartini,” pungkasnya.  [iib]

Tags: