Ekonomi Terpuruk Tetap Wajib Ikut BPJS

Salah satu kegiatan BPJS Ketenagakerjaan Jatim.

Salah satu kegiatan BPJS Ketenagakerjaan Jatim.

Surabaya , Bhirawa
Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar membuat kondisi ekonomi dalam negeri terpuruk dan berimbas ke dunia usaha. Namun Kakanwil BPJS ketenaga Kerjaaan Jatim  meminta agar para pengusaha tetap mendaftarkan karyawannya ikut BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Kakanwil BPJS ketenaga Kerjaaan Jatim  E Ilyas Lubis semua pemilik perusahaan mendaftarkan seluruh pekerjanya mengikuti semua program BPJS Ketenagakerjaan yang diwajibkan undang-undang.  Keberadaan BPJS Ketenagakerjaan adalah menjalankan peraturan pemerintah yang bertujuan melindungi pekerja dengan memberi jaminan sosial karena kecelakaan kerja, meninggal, sudah tua, dan waktu pensiun.
Ilyas juga mengatakan, masih banyak pekerja formal maupun informal yang tidak terlindungi jaminan sosial ini. “Di Jatim jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir Juli 2015 baru 33.429 perusahaan dengan tenaga kerja 1.414.762 orang, dan 43.431 pekerja informal,” katanya, Minggu (7/8).
Ilyas juga menjelaskan perubahan PP No. 46 Tahun 2015 Tentang JHT dengan PP 60 Tahun 2015. Perubahan itu memuat manfaat JHT yang dibayarkan kepada peserta bila peserta mencapai usia pensiun, peserta mengalami cacat total tetap, dan peserta meninggal dunia. Usia pensiun itu termasuk peserta yang berhenti bekerja.
Disebutkan pula, pembayaran JHT akan dilakukan jika peserta mengalami kondisi tertentu. Jika peserta meninggal dunia, misalnya, manfaat JHT diberikan kepada ahli warisnya.
Sementara itu Nur Aisyah mengatakan, pemerintah telah menindaklanjuti PP No.60 Tahun 2015 itu dengan menerbitkan Permenaker No.19 Tahun 2015 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT. Menurut Permenaker, manfaat JHT bagi peserta yang mengundurkan diri dan atau mengalami PHK akan dibayarkan secara tunai setelah melewati masa tunggu satu bulan terhitung sejak tanggal pengunduran diri dari perusahaan. [ma]

Tags: