Ekpor Emas Perhiasan Jatim Naik 216 Persen

M Sairi Hasbullah

M Sairi Hasbullah

Surabaya, Bhirawa
Awal tahun 2014 ekspor emas perhiasan dan permata Jatim  mencapai 255,596 juta dollar AS atau naik sebesar 216,52 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2013 hanya 80.751 juta dollar AS.
Hal tersebut dikemukakan oleh, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M Sairi Hasbullah mengatakan, emas perhiasan dan permata Jatim yang motif desain model baru serta kualitasnya cukup bagus digemari oleh masyarakat Afrika Selatan, Timur Tengah, Jepang dan Taiwan.
Pertumbuhan permintaan pasar emas perhiasan dan permata untuk ekspor cukup besar dibandingkan pasar lokal. Hal ini dikarenakan motif industri kerajinan emas perhiasan Jatim mempunyai motif khas dan selalu menggelarkan produsk dan motif baru yang selalu dinatikan serta menjadi primadona pasar ekspor.
“Nilai ekspor Jatim pada Januari 2014 mencapai1,644 miliar dollar AS atau naik 9,35 persen dibanding ekspor Desember 2013 hanya 1,503 miliar dollar AS,” kata M Sairi Hasbullah  saat ditemuai di kantornya Jl Kendangsari Industri, Surabaya, Selasa (18/3)
Dari jumlah tersebut ekspor migas Jatim pada Januari 2014 hanya 49,15 juta dollar AS dan ekspor non migas Januari 2014 mencapai 1,594 miliar dollar AS atau naik 10,74 persen dibanding ekspor non migas Desember 2013 yang hanya 1,440 miliar dollar AS.
Selama Januari 2013 ekspor non migas didominasi oleh emas perhiasan/permata dengan nilai 255,60 juta dollar AS, diikuti bahan kimia organik 170,93 juta dollar AS, lemak dan minyak hewan/nabati 139,08 juta dollar AS, kayu, dan barang dari kayu 85,88 juta dollar AS serta ikan dan udang 82,19 juta dollar AS.
Menurut negara tujuan, ekspor non migas Jatim  selama Januari 2013 terutama ke Jepang dengan nilai 214,30 juta dollar AS, diikuti Cina 213,24 juta dollar AS, Amerika Serikat 184,96 juta dollar AS, Uni Emirat Arab 141,59 juta dollar AS dan Singapura 88,62 juta dollar AS, dengan kontribusi kelimanya 52,75 persen terhadap total ekspor non migas.
Sektor, ekspor hasil pertanian dan hasil industri naik masing-masing sebesar 10,92 persen dan 11,00 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 53,13 persen, jika dibanding pada Desember 2013.
Pada Januari 2014, nilai ekspor hasil pertanian 131,51 juta dollar AS atau naik 44,02 persen, hasil industri sebesar 1.460,29 juta dollar AS atau naik 31,21 persen dan hasil pertambangan dan lainnya 2,71 juta dollar AS atau turun 24,14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama Januari 2014 ekspor migas berperan 2,99 persen dan ekspor non migas berperan 97,01 persen yang terdiri dari ekspor hasil industri 88,84 persen, hasil pertanian sebesar 8,00 persen serta hasil pertambangan dan lainnya sebesar 0,16 persen terhadap total ekspor non migas. [rac]

Tags: