Eksekutif Kompak Mangkir Dihari Pertama Pansus Angket Bekerja

Pokja 2 Pansus Angket DPRD Jember saat meminta keterangan Bank Jatim Cabang Jember untuk pool data, Senin (6/1/20).

Jember, Bhirawa
Hari pertama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Jember bekerja, eksekutif kompak mangkir, Senin (6/1/20). Pokja 1 Pansus Angket yang sedianya menghadirkan Bagian Organisasi dan BKPSDM (Badan Kepegawaian Pengembagab dan Sumberdaya Manusia) untuk dimintai keterangan terkait SOTK dan Tidak mendapatkannya Jatah CPNS tahun 2019, ternyata mangkir.
Ketua Pokja 1 Pansus Hak Angket DPRD Jember Tabroni mengatakan, akan melayangkan surat panggilan yang kedua kepada kedua OPD tersebut (Bagian Organisasi dan BKSDM).
“Kamis kita undang kebali mereka,” kata Tabroni kemarin. Ketidak hadiran kedua OPD dalam Pansus Hak Angket, Tabroni mengaku masih berfikiran positif.
“Memang ada sebagian anggota beramsusi bahwa ketidak hadiran sengaja mengolor-olor waktu kerja Pansus Hak Angket (60 hari efektif). Tapi kami masih berfikir positif, bahwa ketidak hadiran mereka masih mengkaji undangan kami. Dan kami akan melakukan pemanggilan untuk kedua kalinya,” pungkas Tabroni kemarin.
Sementara di Pokja 2 Pansus Hak Angket yang sedianya mengundang BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) dan Pimpinan Bank Jatim, hanya Pimpinan Bank Jatim yang memenuhi undangan Pokja. Sedangkan hingga pukul 13.30, belum ada kofirmasi secara resmi terkait ketidak hadiran BPKD.
Ketua Pokja 2 Pansus Hak Angket David Handoko Seto dan Siswono mencecar beberap pertanyaan kepada Bank Jatim terkait sirkulasi keuangan daerah, pembuatan buku rekening massal dan layanan khusus pencairan dana proyek yang melebihi batas waktu pencairan.
“Kami melihat ada pembukaan ribuan rekening baru saat kegiatan kongres-kongres, tanpa data pribadi penerima rekening.Karena berdasarkan pengakuan mereka mereka diundang kongres hanya berbekal foto copy kemudian langsung menerima rekening yang didalamnya ada saldo Rp100 ribu, dan bisa dicairkan Rp80 ribu. Bagaimana SOP perbankan sebenarnya,” tanya David.
Sementara PJs Bank Jatim Cabang Jember-Imam mengaku bahwa sebelum kongres digelar, dilakukan pendataan dulu oleh petugas Bank Jatim peserta kongres.
“Kami melakukan pendataan dulu sebelum kongres dimasing-masing kecamatan. Dan rekening ‘Tabunganku’ ini tanpa ada uang muka. Seperti ada salah sekolah yang ingin membuka rekening, kita mendata terlebih dahulu,” ungkapnya.
Kemudian David juga menanyakan jam layanan Bank Jatim kepada para nasabah. Karena menurut David, masih ada pencairan dan proyek hingga 31 Desember 2019. Sedangkan berdasarkan surat edaran BI, kas Bank Umum ditutup tanggal 27 Desember 2019.
“Kami menemukan data, Bank Jatim tanggal 30 Desember 2016 lalu ada pencairan yang nilainya ratusan hingga jam 18.38 WIB. Pertanyaanya pelayanan prioritas sampai jam berapa,” ujar David sambil menunjukkan bukti pencairan.
Menanggapi hal itu, Pjs Bank Jatim Imam mengaku standar layanan maksimal pukul 16.00, namun bisa lebih asal kas bank Jatim belum dikunci (sudah selasai).
”Bisa jadi mereka (nasabah) pesan dulu via telp, jadi kita tunggu,” kilahnya. Namun terkait pencarian keuagan lembaga pemerintah, Iman mengaku hanya mencairkan kalau ada SP2D (Surat perintah pembayaran dana).
“Kami hanya mencairkan dana jika ada SP2D, selain itu tidak bisa,” tegasnya. [efi]

Tags: