Elpiji Langka, PKL Kota Batu Kalang Kabut

Seorang PKL asal Kelurahan Sisir, Solikin, terpaksa harus membeli elpiji 3 Kg di agen besar yang berlokasi di Jl.Pattimura Kota Batu.

Kota Batu, Bhirawa
Kelangkaan gas elpiji (LPG) ukuran tabung 3 Kg mulai mengganggu roda usaha para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Batu. Mereka harus ‘bergerilya’ berkeliling kota demi mendapatkan gas elpiji 3 Kg.
Di sisi lain, puluhan tabung elpiji nampak mangkrak di beberapa toko kelontong akibat tak mendapat pasokan barang dari suplayer. “Sudah sebulan terakhir ini kita tak mendapatkan kiriman elpiji 3 Kg. Akibatnya, sekitar 20 tabung elpiji 3 Kg yang kosong mangkrak di toko,”ujar Rachman, pemilik toko kelontong di Kelurahan Sisir Kota Batu, Senin (12/3).
Ia mengatakan, biasanya ada suplayer atau pedagang elpiji yang menyuplai gas elpiji 3Kg di tokonya. Namun, entah apa sebabnya sang suplayer tak pernah datang lagi selama sebulan terakhir. Akibatnya, Rachman terpaksa menolak para tetangganya yang ingin membeli elpiji.
Kelangkaan elpiji inipun mulai berimbas kepada para PKL yang membutuhkan kompor untuk beragang.
Seperti yang dialami Solikin, pedagang bakso Pos Punden Kelurahan Sisir. Ia mengaku harus berkeliling kota untuk mencari dan mendatangi agen besar elpiji. “Tadi saya ke agen Trias Manggali Indah. Kita hanya diberi jatah 2 tabung, itupun harus inden (menunggu) karena barang tidak ada,”keluh Solikin.
Karena kemarin Solikin harus tetap berdagang, iapun terpaksa meneruskan pencarian elpiji. Akhirnya, ia menemukan agen besar, PT Tirta Delima Abadi yang berada di Jl. Pattimura Kota Batu. Baru di agen ini Solikin mendapatkan 2 tabung gas elpiji 3 Kg.
Pengelola agen PT Tirta Delima Abadi, Suwati mengatakan, beruntung di tempatnya tak mengalami keterlambatan pengiriman barang. Dalam seminggu pihaknya mendapatkan 2 kiriman elpiji dengan jumlah 560 tabung. Dan tidak ada kenaikan harga di agennya, dimana elpiji 3 Kg dijual Rp 16.000-, elpiji 5,5 Kg dijual Rp65.000-, dan elpiji 12 Kg dijual Rp140.000,-.
Namun Suwati tak menyangkal jika saat ini jumlah permintaan di agennya cukup tinggi. “Dan tak jarang kita harus menolak pembeli karena stok sudah habis, dan memprioritaskan para pelanggan tetap kita,”ujar Suwati. [nas]

Tags: