Empat Mahasiswa Bondowoso Diperiksa Setelah dari China

Saat dilakukannya pemeriksaan di UGD RSUD dr Koesnadi, kepada empat mahasiswa asal Bondowoso yang baru pulang dari China. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

(Antisipasi Virus Corona)
Bondowoso, Bhirawa
Guna mengantisipasi Novel Coronavirus (2019-nCoV), sedikitnya ada empat mahasiswa asal Kabupaten Bondowoso yang baru pulang dari China, diperiksa di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesnadi, Jumat (14/2).
keempat mahasiswa yang diperiksa diantaranya pria asal Cerme, ARB (20 tahun). Ia melakukan perjalanan dari Xiamen China dan sampai di Kabupaten Bondowoso oada tanggal 8 Februari 2020 kemarin.
Juga pria, asal Cermee yakni AM (22 Tahun). Ia melakukan penerbangan pulang dari Xiamen China dan tiba di Kota Tape 5 Februari 2020.
Sedangkan, perempuan asal Sumber Wringin, AMZ (21 Tahun). Yang melakukan perjalanan dari Nanjing China, tiba di Bondowoso pada 7 Februari 2020 lalu. Serta juga ada satu mahasiswa yang berasal dari Cermee.
Namun sebenarnya ada enam orang yang pulang dari China. Satu mahasiswa seharusnya juga diperiksa hari ini, akan tetapi masih keluar kota. Serta satu orang mahasiswi, masih belum sampai di Kabupaten Bondowoso.
Seperti yang disampaikan, Plt RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna A, Sp. P, bahwa sesuai dengan edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi, sejumlah mahasiswa tersebut diperiksa darah lengkap, dan foto toraks atau rontgen. Kata dia, hasil pemeriksaan semua negatif Novel Coronavirus.
“Tidak ada masalah, tidak ada infiltrat, berarti tinggal observasi sampai 14 hari. Per hari ini ada yang sudah delapan hari, ada yang sudah 14 hari,” katanya.
Kendati demikian, para mahasiswa ini diharuskan mengenakan masker selama masa pemantuan yakni 14 hari ke depan.
Selain itu, juga disarankan kepada mereka untuk mengurangi kontak dengan warga sekitar. Sekalipun beraktivitas dengan warga, hendaknya memperhatikan jarak dekatnya sekitar 1-2 meter.
“Tidak ada, dari empat orang itu hasil photonya normal, tinggal hasil darahnya menyusul. Hasil observasinya nanti saya serahkan ke Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Bondowoso, Pasidi Siddik pun mengatakan, bahwa para mahasiswa itu telah menempuh pendidikan sekitar dua tahun di Negeri Tirai Bambu.
“Mereka pulang ke Indonesia sendiri, dan tak masuk ke dalam daftar sejumlah WNI yang dipulangkan oleh Pemerintah Pusat,” terangnya.
Kata dia, adapun tempat tinggal mahasiswa itu, berjarak 200 kilometer dari Kota Wuhan, kota yang menjadi sumber virus mematikan itu.
“Yang diperiksa hari ini ada empat, dari Cermee tiga, dari Sumber Wringin satu,” jelasnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, selama dua minggu ke depan, akan terus memantau aktivitas keempat mahasiswa tersebut di Bondowoso.
Bahkan juga, petugas kesehatan akan dijadwalkan setiap hari datang ke rumah masing-masing pelajar untuk memantau suhu tubuh dan kondisi kesehatannya.”Bersyukur sampai hari ini tidak ada yang panas ya,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang di dapat, sebenarnya ada satu mahasiswa lagi asal Bondowoso, yang masih ada di China.[san]

Tags: