Empat Pabrik Gula Dukung Larangan Tebu Keluar dari Situbondo

GM PG Asembagus Agus Priambodo, GM PG Panji Abdul Aziz, GM PG Wringin Anom Nuril Huma, GM PG Olean Sri Astuti mengadakan rakor bersama jajaran TNI/Polri. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Memasuki bulan Juni 2020, sejumlah lahan tanaman tebu di Kota Santri Situbondo memasuki masa panen. Namun yang ironis, sebagian hasil panen tebu itu justeru dijual langsung oleh petani kepada kontraktor asal luar Situbondo.

Mereka umumnya membawa kendaraan truck sendiri dan menimbang tebu di sebuah lahan sewa di wilayah Situbondo timur. Sejumlah petani itu memilih transaksi sendiri karena langsung mendapatkan uang dan tebu miliknya dibeli dengan harga diatas pasaran.

Menyikapi kejadian tersebut jajaran Polres Situbondo bersama TNI langsung melakukan rakor, karena dikawatirkan transaksi seperti itu dapat memperluas penularan virus corona atau Covid 19 di Kabupaten Situbondo. Dalam rapat koordinasi (rakor) tersebut Kapolres Situbondo AKBP Sugandi diwakili Kabag Ops Polres Kompol Yatno Mardi beserta jajaran Forkopimka Asembagus. Dalam rapat koordinasi tersebut juga fokus membahas pencegahan tebu keluar wilayah Kabupaten Situbondo pada musim giling tahun 2020 guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pengamatan Bhirawa, rapat digelar di aula PG Asembagus dengan dihadiri Kabag Ops Kompol Yatno Mardi, Kasat Lantas AKP Indah Cahya Fitriani, KBO Lantas IPDA Teguh Santoso, Danramil Asembagus Kapten Inf Athin Irawanto, Kapolsek Asembagus IPTU Ahmad Sulaiman, Camat Asembagus Andi Jaka.

Dari jajaran pabrik gula juga hadir lengkap empat pimpinan, di antaranya GM PG Asembagus Agus Priambodo, GM PG Panji Abdul Aziz, GM PG Wringin Anom Nuril Huma, GM PG Olean Sri Astuti. Sejumlah kontraktor angkutan serta jajaran manager dan staf empat PG juga ikut hadir.

GM PG Asembagus Agus Priambodo menegaskan, pihaknya sangat berterima kasih kepada jajaran Polres/Kodim Situbondo yang ikut membantu melakukan pencegahan tebu agar tidak keluar daerah Situbondo. Selain itu, kata Agus Priambodo, dengan pencegahan itu juga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Situbondo. Kegiatan giling tebu ini, aku Agus, merupakan salah satu penunjang perputaran ekonomi di Situbondo.

Untuk musim giling tebu tahun ini, katanya, bersamaan dengan pabrik gula yang ada di luar Situbondo. “Jika ada tebu dikirim keluar Situbondo maka akan menjadi hambatan karena pemenuhan pasokan tebu ke pabrik gula di Situbondo tidak maksimal atau tidak lancar,” ujar Agus Priambodo.

Sementara itu Kapolres Situbondo AKBP Sugandi menegaskan bahwa penertiban armada angkutan tebu dari luar Situbondo sangat penting untuk mencegah timbulnya kluster baru penyebaran Covid-19 di Situbondo. Untuk itu, kupas Kapolres Sugandi, perlu diambil tindakan pencegahan dengan menertibkan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Melalui rapat koordinasi ini diharapkan bisa menentukan langkah terbaik bagi petani, PG dan masyarakat Situbondo sebagai penunjang majunya perekonomian di Situbondo,” pungkas Kapolres Sugandi.[awi]

Tags: