Eselon II Pemprov Bakal Jalani Assessment

Para pejabat eselon II Pemprov Jatim saat mutasi beberapa waktu lalu. Maret mendatang, Gubernur Jatim akan menggelar mutasi lagi menyusul banyaknya pejabat yang memasuki masa purna tugas.

Para pejabat eselon II Pemprov Jatim saat mutasi beberapa waktu lalu. Maret mendatang, Gubernur Jatim akan menggelar mutasi lagi menyusul banyaknya pejabat yang memasuki masa purna tugas.

Pemprov, Bhirawa
Seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jatim dalam waktu dekat bakal menjalani proses assessment  (penilaian) di Assessment Center Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Provinsi Jatim. Assessment ini dilakukan untuk memenuhi hasil konsultasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), terkait adanya rencana mutasi yang bakal digelar Gubernur Jatim Dr H Soekarwo sekitar Maret nanti.
“Pekan lalu saya ke Jakarta untuk konsultasi mengenai masalah pengisian jabatan pratama di pemprov. Hasilnya ada dua, untuk pejabat yang rotasi itu harus melalui proses assessment. Dan yang promosi harus melalui proses lelang jabatan terbuka,” kata Kepala BKD Provinsi Jatim Dr H Akmal Boedianto,¬† Selasa (20/1).
Menurut dia, prinsip assessment yang bakal dijalani para eselon II ini adalah untuk menempatkan pejabat pada jabatan yang sesuai dengan keahlian dan potensinya. Sehingga nanti tidak mungkin ada lulusan bidang kesehatan akan menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo).
Untuk kapan waktu assessment-nya dilakukan, Akmal mengaku belum mengetahuinya. Sebab semuanya harus dilaporkan ke Gubernur Jatim Dr H Soekarwo terlebih dulu sebagai user. “Pola assessment ini untuk melihat dan memotret kemampuan, kelayakan dan potensi pejabat,” jelasnya.
Terkait jumlah pejabat eselon II yang tahun ini memasuki masa purna tugas, Akmal mengatakan, selama 2015 ini akan ada 13 pejabat eselon II yang pensiun. Itu artinya, akan ada 13 jabatan yang lowong dan bakal diisi melalui proses lelang terbuka.
“Pada Maret nanti ada tiga orang pejabat eselon II yang pensiun. Yaitu Pak Harun (Kepala Dinas Pendidikan), Pak Harjogi (Kepala Dinas Kominfo) dan Bu Bibing (Ratnadi Ismaon Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim). Tiga jabatan ini yang nanti akan diisi orang baru. Pengisiannya bisa melalui rotasi atau promosi. Kalau rotasi berarti orang yang menduduki jabatannya itu hasil dari assessment, jika promosi berarti hasil dari lelang terbuka. Semua itu tergantung Pak Gubernur,” paparnya.
Berdasarkan catatan Bhirawa, selain tiga pejabat tersebut 10 pejabat eselon II yang tahun ini memasuki masa purna tugas yaitu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransuk) Edy Purwinarto, Kepala Bakorwil Bojonegoro Jogy Hendriyadi dan Kepala Dinas Kehutanan Gatot Subektiono.
Lalu, Direktur Utama RSU Dr Soetomo Dodo Anondo, Kepala Disperindag Warno Harisasono dan Direktur Utama RSU Saiful Anwar Malang Budi Rahayu. Kemudian, Wadir Umum RSU Dr Soetomo Pungky Hendriastjarjo, Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim Riang Sudarmanto, Wadir Penunjang Layanan RSU Saiful Anwar Malang Lalu Suparna dan Wadir RSU Saiful Anwar Budi Siswanto.
Terkait Pansel yang bakal melakukan lelang jabatan, Akmal mengatakan sekarang ini masih dalam proses. Nama-nama pansel yang dikantongi saat ini oleh pemprov Jatim tersebut sebanyak 10 orang. Ke sepuluh nama itu terdiri dari berbagai unsur.
Di antaranya unsur pejabat atau PNS di lingkungan pemprov dan unsur independen dari kalangan akademisi kampus. Sayangnya, dari 10 nama itu, Akmal masih enggan menyebutkan nama-nama yang telah dikantonginya itu. “Sementara masih belum bisa kami umumkan, nanti kalau sudah tepat waktunya pasti akan kami umumkan,” dalihnya
Dari 10 nama itu, Pemprov Jatim akan menjaringnya hingga menjadi 5 orang. Kelima orang itulah yang akan menjadi Pansel. “Tapi itu nanti juga akan kami serahkan dulu kepada Komisioner Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Jakarta, untuk kami mintai rekomendasinya,” jelasnya.
Dari lima orang Pansel itu, Pemprov Jatim akan mendapatkan jatah sebanyak dua orang sebagai anggota Pansel. Akmal menyatakan, untuk jatah kedua posisi itu akan ditempati Sekdaprov Jatim¬† dan Kepala BKD Jatim selaku intansi yang mengurusi kepegawaian. “Walaupun saya ada di tim itu, tapi bukan saya yang merekomendasikan diri saya sendiri, karena memang seperti itu aturannya,” ungkapnya.
Ditanya mengenai kemungkinan adanya calon titipan dalam mutasi itu, Akmal langsung membantahnya. Menurutnya, proses mutasi jabatan eselon II tahun ini benar-benar transparan. Akmal mengatakan, masuknya namanya dan Sekdaprov Akhmad Sukardi ke dalam Pansel, bukan berarti hal itu menunjukkan adanya intervensi.
“Peraturannya mengatakan demikian. Jika mengambil Pansel lima orang, tiga orang diambil dari luar dan dua orang dari birokrasi. Dari birokrasi itu diambilkan dari Sekdaprov dan BKD. Saya pastikan tidak akan ada titipan atau sejenisnya,” tegasnya. [iib]

Tags: