Event SMADA OPEN Diikuti Siswa Berkebutuhan Khusus

Event kejuaraan bulutangkis SMADA OPEN yang digelar di SMAN 2 Nganjuk diharapkan melahirkan atlet bulutangkis muda berbakat. [ristika]

Nganjuk, Bhirawa
Setelah cukup lama tidak diadakan karena covid-19, SMAN 2 Nganjuk kembali menggelar turnamen bulu tangkis tingkat pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).
Tercatat 106 atlet bulutangkis potensial dan yang menarik salah satu atlet paralimpik peraih medali emas juga ikut berkompetisi di SMADA OPEN 2022.
Kepala sekolah SMAN 2 Nganjuk, Dra Rita Amalisa mengatakan dengan dilaksanakannya Turnamen Bulu tangkis ini, semoga dapat muncul bibit olahragawan khususnya di cabang Bulu tangkis yang handal dan berkualitas.
“Turnamen ini selain sebagai ajang mengukur tingkat kemampuan para peserta, memperbaiki dan melatih diri, diharapkan juga dapat melahirkan bibit-bibit atlet yang matang dan tangguh,”ungkap Rita Amalisa.
Dengan turnamen ini, SMAN 2 Nganjuk secara tidak langsung ikut mengembangkan olahraga bulu tangkis di Kabupaten Nganjuk. Yang nantinya diharapkan para atlit peserta yang mengikuti turnamen ini, dapat terus dibina dan dikembangkan untuk mengikuti kejuaraan pada event yang lebih tinggi lagi.
“Tujuan kejuaraan SMADA OPEN 2022 ini adalah sedapat mungkin event ini dijadikan ajang seleksi atlit muda yang berbakat dan berprestasi. Dan kejuaraan ini juga diharapkan menambah jam terbang atau kompetisi atlet dalam berbagai kejuaraan terutama kelompok umur yang bisa menyumbangkan atlit berprestasi,” papar Rita Amalisa.
Rita Amalisa lantas mengajak bincang-bincang salah satu peserta SMADA OPEN Eka Puspita Anggraini yang merupakan satu-satunya peserta yang berkebutuhan khusus. Eka merupakan atlet tuna rungu berbakat yang telah meraih berbagai gelar di ajang regional maupun nasional.
Terakhir Eka Puspita Anggraini menyabet medali emas di event pekan paralimpik nasional (Peparnas) XVI Tahun 2021 di Papua beberpa waktu lalu.
Rita Amalisa berharap prestasi Eka Puspita Anggraini tetap dipertahankan. Karena itu Rita Amalisa mengajak Eka Puspita Anggraini yang kini masih duduk di kelas 9 SMPN 3 Nganjuk untuk meneruskan jenjang sekolah di SMAN 2 Nganjuk.
SMAN 2 Nganjuk, dikatakan Rita Amalisa sangat peduli terhadap pendidikan inklusi. Artinya, SMAN 2 Nganjuk akan memberi kesempatan pendidikan kepada semua anak, baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus untuk bisa belajar di sekolah yang sama, mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti semua kegiatan disekolah tanpa ada diskriminasi.
“Eka Puspita ini tergolong siswa berprestasi meski dia berkebutuhan khusus. Karena itu saya ingin dia nantinya melanjutkan sekolah di SMAN 2 Nganjuk,” pungkas Rita Amalisa. [ris.gat]

Tags: