Faktor Ekonomi Mendominasi Perceraian di Kabupaten Trenggalek

Trenggalek, Bhirawa
Sepanjang tahun 2019, Pengadilan Agama (PA) Trenggalek menerima sebanyak 2865 perkara yang ditambah sisa di tahun 2018 sebanyak 137 perkara. Dari total 3002 perkara faktor ekonomi yang menjadi sebagian besar perceraian.
Berdasarkan data di PA Trenggalek, selama bulan januari sampai Desember 2019 terdapat 1278 cerai gugat, ( permohonan atas permintaan dari pihak perempuan, sedangkan cerai talak kurang dari setengahnya dari cerai gugat, yaitu sekitar 562 pemohon.
Kepala PA Trenggalek Nur Khosim melalui Panmud Hukum PA Ahmad Faruq Setiawan menuturkan bahwa faktor yang menyebabkan perceraian diantaranya mulai dari faktor ekonomi sebanyak 40 persen, perselisihan dan pertengkaran ada 30 persen, meninggalkan salah satu pihak 20 persen, dan lain lain 10 persen.
“Tahun 2019 memang yang mendominasi karena faktor ekonomi, termasuk ditinggal merantau untuk bekerja. Lama ditinggal pasangannya bisa menjadi penyebabnya, ” ucapnya.
Lebih lanjut farid mengungkapkan jika dirata – rata setiap hari selama tahun 2019 ada sekitar 7 sampai 8 pasangan warga Trenggalek yang bercerai.
“Paling banyak yang menggugat dari pihak perempuan,” kata dia.
Selain perceraian yang masih dominasi oleh faktor ekonomi ada beberapa penyebab lain – lain
“Untuk faktor ekonomi memang mendominasi namun ada faktor lain lain diantaranya seperti KDRT, Judi, dan mabuk mabukan” ucapnya.
Namun dalam internal keluarga yang bercerai tidak bisa mengatasi problem rumah tangga. PA Trenggalek pun sering melakukan mediasi dengan mendatangkan kedua belah pihak.
“Sering kali pihak PA melakukan mediasi dengan mendatangkan tergugat dan penggugat biar semua permalahan selesai. Kalau mediasi gagal baru proses perkara dilanjutkan kembali sampai diputus oleh majelis hakim,” pungkasnya.(wek).

Tags: