Fatkur Rohman: Video Content Edukasi dan Interaktif Bagus untuk Anak

DPRD Surabaya,Bhirawa
Di momentum Peringatan Hari Anak Nasional, sangatlah tepat jika kita kemudian melakukan evaluasi serius perihal kualitas pendidikan anak-anak kita. Anak adalah aset bangsa yang sangat berharga, sudah sepantasnya kita lindungi dengan memberikan pendidikan, lingkungan dan keteladanan yang terbaik.

Fatkur Rohman, Anggota Komisi A dari Fraksi PKS Kota Surabaya mengutarakan bahwa suasana pandemi memang memunculkan banyak keterbatasan namun pilihan proses pendidikan daring dan fenomena meningkatnya kedekatan anak dengan gadget di akhir-akhir ini justru bisa menjadi peluang untuk penguatan tumbuh kembang anak.

“Saya membayangkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bisa kolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk menghadirkan video-video pendek berkonten edukatif, berkala 3 kali sepekan bisa dishare ke anak-anak Surabaya untuk penguatan karakter mereka”, papar Fatkur.

Situasi Pandemi dan kedekatan dengan gadget harus benar-benar diantisipasi agar anak-anak kita tidak terjebak kepada konten-konten liar yang tidak bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Ini membutuhkan kerjasama terpadu antara peran pemerintah, sekolah dan orang tua.

Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Ir Musdiq Ali Suhudi, MT secara umum sangat sepakat dan menyampaikan bahwa sebenarnya Bidang Pelayanan DInas Perpustakaan dan Kearsipan juga sedang bekerjasama dengan akademisi untuk Program Peningkatan IT disituasi pandemi supaya teman-teman TBM bisa meningkatkan minat baca untuk pelayanan yang akan dating.

“Secara Umum, kami sepakat dengan masukan terkait video content edukatif, semoga bisa menjadi bahan perbaikan di internal kami dan akan segera kami koordinasikan dengan OPD terkait”, Jawab Pak Musdiq.

Beberapa terobosan di era pandemic yang sudah dilakukan oleh DInas Perpustakaan dan Kearsipan patut di apresiasi, baik yang terkait bidang pengarsipan berkas dan dokumen termasuk sosialisasi kearsipan ke OPD-OPD lain maupun yang terkait dengan pelayanan yang mulai berbasis IT.

Dalam beberapa hal, kontent Visual memang terbukti lebih disukai anak-anak daripada konten naratif. Ini memang tantangan sekaligus peluang dan semoga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bisa mengambil peran penting.

“Akan sangat baik lagi, kalau ini dikomunikasikan ke Dinas Komunikasi dan Informasi untuk menciptakan channel khusus perihal edukasi berkonten Video Ini, makin asyik kalau bisa interaktif”, pungkas Fatkur yang juga wakil ketua Fraksi PKS Kota Surabaya. (gat)

Tags: