FKPS Monitoring Potensi Desa Pemenang OVOD di Kabupaten Probolinggo

OVOD di destinasi wisata Rawa Tirta. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

(Promosikan Sistem IPLT, Ciptakan Lingkungan Sehat Bebas Pencemaran)
Probolinggo, Bhirawa
Untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih bebas dari pencemaran, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo berupaya melaksanakan sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS), Monitoring potensi desa pemenang OVOD. Promosikan sistem IPLT, ciptakan lingkungan sehat bebas pencemaran.
DPKPP Kabupaten Probolinggo berupaya mewujudkan pembangunan IPLT untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran lingkungan sesuai program Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Dimana program itu bersifat adanya pengelolaan lumpur tinja yang belum sesuai dengan standart kesehatan.
Dimana DPKPP mengajak Pemerintah Desa bersama dengan semua lapisan masyarakat untuk berkewajiban melaksanakan sistem IPLT. Pengolahan air limbah dengan hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang berasal dari sistem setempat (Onsite). Tidak boleh langsung dibuang ke badan air yang akan menyebabkan pencemaran organik yang tinggi.
DPKPP Kabupaten Probolinggo dalam program Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) sedikit memberikan wacana tentang keberadaaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Seboro dalam usaha mengolah lumpur tinja yang berasal dari masyarakat.
IPLT Seboro salah satu UPT di DPKPP Kabupaten Probolinggo yang bertugas mengelola limbah tinja menjadi pupuk kompos non pangan. IPLT Seboro berperan aktif memiliki kepedulian pelayanan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berwawasan lingkungan.
Dibangun tahun 2017 dari sumber dana Provinsi Jawa Timur dan dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta mulai beroperasi pada tahun 2018 digunakan untuk menyempurnakan sistem pembuangan limbah tinja. Kapasitas IPLT Seboro mencapai maksimum 20 M3/hari.
Bangunan yang didirikannya adalah Bak Pemisah Lumpur (Solid Separation Chamber/SSC), Kolam Pengering Lumpur (Drying Area), Bak Kontrol, Anaerobic Filter, Kolam Fakultatif, Kolam Maturasi, Wetland dan Gudang Kompos. Hasil tersebut dapat dikembalikan ke alam dengan aman. Pengolahan limbah tinja sendiri untuk mengurangi tingkat pencemaran yang dapat membahayakan bagi lingkungan khususnya kualitas air.
Kabid Kawasan Permukiman pada DPKPP Kabupaten Probolinggo Ruli Nasrullah, Kamis 20/2/2020 menyampaikan, sanitasi di Kabupaten Probolinggo masih mencapai 62,26% di tahun 2018 dan capaian di tahun 2019 sebesar 62,94%. Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 harus mencapai target 100%. Sehingga 37,06% ini salah satu target yang harus dituntaskan.
“Masih ada permasalahan yang harus diselesaikan, di Kabupaten Probolinggo masih terdapat beberapa kecamatan yang belum Open Defecation Free (ODF) yakni setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan,” katanya.
Ruli mengharapkan di tahun 2020 DPKPP Kabupaten Probolinggo membuat gerakan inovasi mempromosikan IPLT dan mempromosikan pengentasan sanitasi. Yakni memperkenalkan sadar dengan sanitasi (sadar kebersihan). “Sanitasi berupa pengelolaan limbah domestik, lumpur tinja dan limbah buangan dari dapur salah satunya. Sehingga kebersihan di bidang sanitasi sangat kecil prosentasinya,” pungkasnya.
Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Leces melakukan monitoring bagi daerah yang berhasil memenangkan kegiatan One Village One Destination (OVOD) di destinasi wisata Rawa Tirta Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces.
Monitoring OVOD ini dihadiri oleh Ketua FKPS Kabupaten Probolinggo dr. Mirrah Samiyah bersama Bambang Jiwantoro selaku Community & Human Resources Manager PT POMI Paiton dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo.
Kegiatan ini sengaja digelar sebagai tindak lanjut OVOD yang beberapa waktu yang lalu dilombakan dan diikuti oleh tiap-tiap potensi desa. Monitoring ini tujuannya untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi potensi desa yang harus dikembangkannya.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo menyatakan tanpa adanya kerjasama, semua yang dilakukan tidak akan ada kesuksesan. Kebersamaan dan kerja sama inilah simbol dalam meraih sebuah kesuksesan dan keberhasilan. “Harapannya potensi yang dimiliki oleh desa diharapkan dapat dikembangkan lebih baik dan menarik. Sehingga dapat menarik simpati bagi para pengunjung,” harapnya.
Sementara Bambang Jiwantoro selaku Community & Human Resources Manager PT POMI Paiton menjelaskan yang paling utama adalah pembangunan dari segi aset manusia yakni membangun SDM-nya terlebih dahulu harus dilakukan.
“Rawa Tirta yang menjadi salah satu potensi wisata akan bermanfaat demi kemakmuran untuk kehidupan masyarakat. Fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung akan menambah simpatik dan semakin diminati oleh wisatawan,” ungkapnya.
Sedangkan Ketua FKPS dr. Mirrah Samiyah menjelaskan di tahun 2020 ini, FKPS bersama PT. POMI – Paiton Energy akan mengawal dan memberikan arahan kepada peserta OVOD Rawa Tirta pada kegiatan monitoring OVOD di tahun 2020. Apa yang menjadi kekurangan pada salah satu potensi wisata ini akan lebih dikembangkan lagi agar supaya potensi wisata ini dapat diminati para pengunjung.
“Keberadaan destinasi Rawa Tirta telah layak untuk dijadikan sebagai lokasi wisata. Semoga dengan potensi wisata yang ada ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.(Wap)

Tags: