Forikan Pasuruan Raih Penghargaan Forikan Teraktif di Jawa Timur

Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf (tengah) saat berada di RSUD Grati Kabupaten Pasuruan. [Bhirawa/Hilmi Husain]

Kab Pasuruan, Bhirawa
Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Pasuruan mendapatkan penghargaan sebagai Forikan Teraktif di Jawa Timur dalam mensosialisasikan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf menyampaikan penghargaan itu merupakan hasil kerja keras semua pihak yang tak kenal lelah dalam mengajak masyarakat agar suka makan ikan.

Atau khususnya bagi para ibu-ibu yang membiasakan untuk menjadikan ikan sebagai lauk utama di meja makan.

“Penghargaan ini merupakan kerja keras semua pihak. Mulai dari Dinas Perikanan, PKK sampai para kader dan support para ibu rumah tangga yang kami undang setiap kali sosialisasi gemarikan,” ujar Lulis Irsyad Yusuf, Kamis (1/12).

Dalam mengkampanyekan Gemarikan, Forikan Kabupaten Pasuruan membuat demo memasak olahan ikan secara langsung di lokasi kegiatan. Bahkan, Lulis juga hadir untuk bisa memasak live di hadapan peserta sosialisasi di 24 Kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

Hal itu bertujuan, supaya membangkitkan semangat para ibu yang belum memahami pentingnya mengkonsumsi ikan sebagai lauk utama di setiap harinya.

“Misalnya, sempol yang biasanya terbuat dari daging ayam, saat ini bisa menggantinya dengan ikan lele atau tuna dan ikan lainnya. Ini merupakan contoh sederhana yang kita lakukan agar para ibu semakin kreatif dan punya ide untuk membuat anak-anak mereka suka makan ikan,” tambah Istri Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf.

Lulis menjelaskan sosialisasi gemarikan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan capaian tingkat konsumsi ikan masyarakat. Tahun 2020 lalu, angka konsumsi ikan (AKI) Kabupaten Pasuruan sebesar 38,24 kilogram/kapita/tahun.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan AKI Provinsi Jawa Timur sebesar 41,44 kg/kapita/tahun dan nasional sebesar 56,39/kapita/tahun.

Dari itulah, beragam kegiatan digelar. Mulai dari introduksi olahan ikan dengan menyasar pada ibu hamil dan anak batita (bayi dibawah tiga tahun) dari keluarga yang beresiko stunting.

“Kami berkeliling 24 Kecamatan atau seluruh kecamatan yanh menjadi lokus stunting. Kami juga mengajak agar konsumsi ikan lebih ditingkatkan lagi. Apalagi Kabupaten Pasuruan juga dengan perairan, pasti ikan tidak akan kekurangan stoknya,” kata Lulis Irsyad Yusuf.

Dengan kampanye Gemarikan dan introduksi olahan ikan, lanjut Lulis diharapkan dapat menggerakkan masyarakat agar menanamkan kebiasaan dan pola konsumsi ikan secara berkelanjutan.

“Yang jelas ikut serta mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi untuk kecerdasan dan kesehatan masyarakat,” tambah Lulis Irsyad Yusuf.

Diketahui, penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Forikan Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak kepada Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf, di Dyandra Convention Surabaya, Rabu (30/11).

Kabupaten Pasuruan berhasil mengungguli Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sampang yang juga aktif dalam menggaungkan pentinya gerakan memasyarakatkan makan ikan di daerahnya masing-masing. [hil.bb]

Tags: