Forkopimda Kota Madiun Gelar Rakor Bersama Perguruan Pencak Silat

Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto memimpin rapat koordinasipun digelar Forkompimda bersama perguruan pencak silat dan stakeholder terkait di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Rabu (15/5). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Kota Madiun wajib selalu aman dan nyaman. Segala potensi yang bisa mengancam kondusifitas tersebut harus segera dilakukan pencegahan sedini mungkin.

Mengoptimalkan itu tentu butuh peran semua pihak termasuk masyarakat. Tak terkecuali dari perguruan pencak silat. Rapat koordinasipun digelar Forkompimda bersama perguruan pencak silat dan stakeholder terkait, Rabu (15/5/2024).

”Jawa Timur itu kan centre of gravity di Indonesia. Jadi kalau sampai batuk, dropletnya bisa ke seluruh daerah lainnya. Nah, salah satu potensi batuk itu ada di Kota Madiun. Karenanya semua potensi yang bisa menyebabkan batuk itu harus kita cegah, harus kita lakukan penekanan,” kata Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto usai rakor di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun.

Namun diakuinya, Kota Madiun sudah aman dan nyaman sejauh ini. Biarpun begitu, tetap harus dilakukan langkah-langkah antisipasi. Apalagi, ada banyak event besar dalam waktu dekat ini. Salah satunya, momentum bulan Suro.

Ya, di Kota Madiun dengan belasan perguruan pencak silat banyak yang melaksanakan kegiatan di bulan Muharam tersebut. Seperti pengesahan warga baru, pengesahan kenaikan tingkat, dan lain sebagainya. Berbagai kegiatan tersebut harus berjalan aman, nyaman, dan lancar.

”Alhamdulillah, Kota Madiun aman, nyaman, damai dan kita sepakat kota ini selalu kondusif. Tetapi perlu diingat potensi (konflik) itu selalu ada. Makanya, dalam rakor ini juga kita bahas terkait potensi-potensi tersebut dan upaya yang dilakukan. Termasuk jika terjadi konflik, siapa yang melakukan langkah pencegahan, penegakan hukum, dan siapa yang merehabilitasinya,” ungkapnya.

Langkah-langkah penanganan itu, lanjutnya, bukan hanya untuk konflik terkait perguruan pencak silat. Namun, juga potensi konflik yang lain.

Seperti terorisme, narkotika, dan lain sebagainya. Pj Wali Kota Eddy menambahkan rakor juga membahas terkait penanganan untuk Pilkada serentak mendatang. Seperti diketahui, 27 November 2024 nanti bakal digelar pemungutan dan penghitungan suara Pilkada.

”Termasuk untuk Pilkada ya. Sering saya tekankan untuk selalu menjaga kondusifitas Pilkada dan tidak melakukan hal-hal yang berpotensi memunculkan konflik. Seperti pada ASN selalu saya tekankan untuk netralitas,”tegas Pj. Wali Kota. [dar.dre]

Tags: