FPD dan FPDIP Nilai Pemkab Tuban Lemah

7-FOTO OPEN hud-Tambang Kapur 4Tuban, Bhirawa
Banyaknya penambang batu kumbung liar di sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, membuat sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat meminta kepada jajaran eksekutif agar segera menutup adanya penambangan liar tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Fraksi Partai Demokrat (FPD). Melalui juru bijaca fraksi Cancoko FPD meminta pemerintah menutup keberadaan batu kumbung liar, fraksi ini menyebut kalau penambangan secara liar di Tuban sudah semakin parah dan di luar akal sehat. “Kita minta supaya pemerintah memberikan tindakan tegas dengan keberadaan tambang yang dilakukan secara liar,” kata juru bicara F PD, Cancoko, dalam rapat paripurna LKPJ di ruang DPRD Tuban, (2/7) lalu.
Wakil rakyat yang terpilih untuk kerdua kalinya ini memberikan contoh, keberadaan tambang liar tersebut adalah penambangan kumbung di Desa Wangun, dan Desa Leran, yang ada di Kecamatan Palang. Serta wilayah batu kapur lain yang ada di Kabupaten Tuban.
Akibat adanya pertambangan secara liar, keseimbangan lingkungan hidup menjadi terganggu. Adanya penurunan debit air tanah dan juga interupsi air laut yang dianggap sangat merugikan petani. “Apabila di lihat, banyak efek negatifnya daripada efek positifnya,” jelas Cancoko.
Hal yang sam juga disampikan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F PDIP). Diman FPDI menilai pengawasan Pemkab Tuban untuk penambangan liar di Kabupaten Tuban masih kurang efektif dan lemah. “Masih kurang efisien pengawasan penambangan liar,” kata jubir F PDIP,  Imam Abu Cholifah, menyampaikan pandagan fraksinya.
Lebih lanjut diterangkan, dengan banyaknya tambang liar yang beroperasi, akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban. Karena pendapatan dari sektor tersebut semestinya dapat masuk ke kas negara. “Ini tandanya tidak ada kepedulian dari SKPD untuk menangani permasalahan ini,” terang Abu.
Sementara itu, jauh hari sebelumnya, Pemkab Tuban akan melakukan pendataan serta melakukan pembinaaan pada para penambang kumbung liar. Para penambang ini selanjutkan akan dikelompkan untuk membuat sebuah badan usaha atau sejenis koperasi untuk memeudahkan izin penambangan kumbung, karena selama ini paraktik penambang kumbung liar sebagain besar warga lokal dengan mengunakan alat tradisonal dan moderen. [hud]

Caption foto : Salah satu penaqmbang kumbung yang tidak mengantongi izin dan bekas tambang kumbung yang ditinggalkan penambang. (Khoirul Huda/bhirawa]

Tags: