Frontage Road Sisi Timur Surabaya Dioperasikan

14- foto Frontage Road sisi timur. geh (1)Surabaya, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mulai membuka penuh jalur frontage road (FR) sisi timur yang membentang  mulai depan RSAL sampai Jalan Siwalankerto, Selasa (13/1). Jalur sepanjang 4,7 KM tersebut diharapkan bisa mengurai kepadatan Jalan A Yani yang selalu padat kendaraan bermotor.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eddi mengatakan, dengan dibukanya jalur tersebut, maka terjadi beberapa rekayasa dan pengalihan. Uji coba pemanfaatan Frontage Road (FR) sisi timur kali ini akan dilakukan selama satu bulan.
Setelah satu bulan, Dishub Surabaya menganggap semua masyarakat sudah memahami rambu lalu lintas dan pengoperasian FR sisi timur. ” Jadi memang ada beberapa simpul yang jadi masalah, misalnya perlintasan KA ilegal depan UINSA harus kami tutup, mereka bisa masuk dari perlintasan KA depan JX Expo,” katanya pada Bhirawa.
Eddi mengakui ada beberapa kendala dengan dibukanya frontage road sisi timur, terutama durasi Traffic Light (TL) karena itu akan terus melakukan evaluasi. FR sisi timur sendiri dimulai sejak dari depan RS AL sampai Margorejo.
Selanjutnya kendaraan akan mengikuti TL, lalu lurus melewati JX International dan kampus UINSA. Sampai di pertigaan Jemursari kendaraan bisa lurus ke arah Siwalankerto sampai di Pabrik Paku jalan Brigjen Katamso.
” Kami juga melakukan rekayasa diantaranya menutup permanen jalan masuk di perlintasan KA depan kampus UINSA dan memutarkan kendaraan dari A Yani ke Jemursari, melalui Bundaran Dolog terlebih dahulu. Barulah di situ akan dilakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas di FR oleh Satlantas,” paparnya.
Sementara itu, Kabid Lalulintas Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, terkait dibukanya FR sisi timur A Yani dipastikan akan melakukan pemantauan serta evaluasi operasionalisasi kawasan tersebut.
” Ini memang sementara, sembari kami lakukan evaluasi. Kalau operasionalisasinya memang langsung dilakukan hari ini juga. Frontage road sisi timur Jl. Ahmad Yani boleh dipergunakan masyarakat, sambil terus kami pantau segala kendala yang ada,” terangnya ketika ditemui Bhirawa disela-sela¬† memantau rekayasa frontage road di kawasan akses menuju Jalan Jemursari.
Irvan menambahkan bahwa ada beberapa rambu yang memang hingga saat ini masih belum terpasang. Tetapi itu diharapkan tidak membuat masyarakat kebingungan disaat melintasinya. ” maka dari itu, rekayasa yang kami lakukan hari ini belum permanen. Masih memungkinkan dilakukan perubahan-perubahan. Termasuk penempatan rambu-rambu dan pengaturan akses masuk frontage road juga,” tambah Irvan.
Seperti diketahui, FR sisi timur Jalan A Yani, dimulai dari depan RSAL Dr Ramelan, hingga depan Makorem 084 Bhaskara Jaya, yang tidak jauh dari kawasan Bundaran Waru. Akses jalan sepanjang sekitar 4,7 KM itu diharapkan mampu mengurangi beban kendaraan yang melintas di Jalan Ahmad Yani.
” Beberapa hari kedepan nanti, kami masih akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Selain memantau lalu lintasnya, kami juga akan melakukan perubahan-perubahan penempatan rambu dan hal-hal lainnya,” imbuhnya. (geh)

Tags: