Gagal CPNS, Honorer K2 Ditampung di SKPD

Kab Mojokerto, Bhirawa
Bupati Mojokerto  Mustofa Kamal Pasa (MKP) menampung  tenaga honorer K2 yang tidak lulus rekrutmen CPNS beberapa waktu lalu.  Solusi yang dibuat MKP yakni bakal  menyalurkan 120 tenaga K2 tersebut diseleksi dan diberikan kursus untuk ditempatkan sebagai tenaga IT dan disebar ke beberapa SKPD yang membutuhkan.
Jaminan orang nomer satu di Pemkab Mojokerto  disampaikan dihadapan 206 tenaga honorer K2 Kabupaten Mojokerto yang tidak lulus. MKP menambahkan,  Pemkab Mojokerto banyak membutuhkan tenaga yang dapat mengoperasikan komputer serta paham IT ditengah tuntutan percepatan, akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan tugas pemerintahan.
Tenaga honorer yang telah lama mengabdi di Kabupaten Mojokerto ini diharapkan dapat mendukung dan menyukseskan program pemerintah dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang komputer dan IT. “Pada masa pemerintahan saya, diharapkan seluruh permasalahan honorer ini dapat diselesaikan. Semua pasti ada solusinya, dan saya tidak mau menggantungkan nasib tenaga honorer .” papar MKP saat ditemui di Pendopo Pemkab Mojokerto, kemarin, Selasa (25/2).
Sejumlah  perwakilan K2 yang tidak lulus mengharapkan penegasan terhadap keberlangsungan nasib mereka. Kebanyakan dari mereka adalah tenaga pendidik di sejumlah sekolah se-Kabupaten Mojokerto. Seperti halnya Agus Setyo Budi yang telah menjadi guru di SMAN I Sooko sejak 18 tahun lalu. Sarjana TIK ini menyambut baik dengan solusi yang ditawarkan oleh bupati. Akan tetapi, Agus menginginkan adanya jaminan bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk menjadi PNS.
Lain halnya dengan Amanu yang menjadi penjaga sekolah SD menggantikan orang tuanya sejak tahun 2003 lalu. Di sela-sela pekerjaannya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, tak jarang dia harus mengerahkan tenaga ekstra untuk membersihkan WC dan menjaga keamanan sekolah di malam hari. Dengan honor sebesar Rp  200 ribu,  dia dengan sukarela menjalankan kewajibannya demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman bagi anak-anak. “Kalau lingkungan sekolah tidak bersih dan sehat, anak-anak  bagaimana pak bupati? Nasib bangsa ini kan ditentukan dari anak-anak sebagai penerus.” ungkapnya dihadapan Bupati MKP.
Menjawab sejumlah permasalahan yang muncul, MKP  berjanji akan koordinasi dengan instansi terkait.  Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini akan mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para penjaga sekolah se-Kabupaten Mojokerto dengan melihat dan mempertimbangkan segala aturan perundang-undangan yang ada. “Saya akan mencarikan solusi agar semua K2 initerakomodir. Yang paling penting tidak melanggar aturan,” tandas MKP.
Sebagaimana diketahui, kelulusan K2 ini telah diumumkan secara online tanggal 12 Februari 2014 lalu oleh Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara RI. Sebanyak 135 tenaga honorer K2 Pemerintah Kabupaten Mojokerto dinyatakan lulus dari 341 peserta yang mengikuti tes pada 3 November 2013 lalu.  [kar]

Tags: