Gagalkan Penyelundupan Sabu 6 Kg

Barang bukti sabu dan pil ekstasi yang digelar di halaman Mapolresta Sidoarjo, kemarin. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Petugas gabungan dari KPP Bea Cukai, Polresta Sidoarjo, Lanudal Juanda dan Pomal Juanda berhasil menggalkan upaya penyelundupan sabu-sabu 6kg dan 100 pil ekstasi melalui Bandara Juanda Sidoarjo. Petugas juga berhasil menangkap dua tersangka H, warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura dan Rizal, warga Surabaya.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menyampaikan kalau kedua tersangka akan mengirimkan sabu-sabu dan pil ekstasi tersebut ke Madura, dengan naik pesawat Air Asia QZ-321 rute Kuala Lumpur-Surabaya.
Namun, setiba di Bandara Internasional Juanda, kedua pelaku melakukan proses pemeriksaan kepabeanan. “Dalam pemeriksaan itu, petugas melihat barang bawaan kedua tersangka ada yang mencurigakan saat berada di mesin X-Ray. Oleh petugas, langsung dilakukan pemeriksaan atas barang bawaan kedua tersangka itu,” jelas Sumardji.
Hasilnya, petugas menemukan 25 bungkus sabu dengan berat 3.000 gram pada tas milik tersangka H (Holil). Sementara pada barang bawaan tersangka Rizal, ditemukan 12 bungkus sabu seberat 2.395 gram. Barang haram itu disembunyikan di dalam lampu LED.
“Total barang bukti yang diamankan sebanyak 5.395 gram dan 100 butir ekstasi. Barang bukti lain yaitu 3 pcs kipas angin gantung, 6 pcs lampu LED dan dua buah koper,” jelas Kapolresta Sidoarjo, Kamis (14/1) kemarin.
Kedua tersangka kini di tahanan Polresta Sidoarjo dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif. “Terhadap dua tersangka akan dijerat dengan pelanggaran pasal 113 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati,” tegasnya.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pebean Juanda Budi Harjanto menambahkan, para penyelundup narkotika khususnya sabu-sabu yang telah tertangkap sebelumnya menggunakan beragam cara untuk lolos dari pemeriksaan petugas Bandara Juanda. “Mereka memasukkan sabu-sabu ke dalam aneka barang bawaan, seperti rice cooker, kemasan makan ringan, lampu dan lainnya,” tambah Budi Harjanto. [ach]

Rate this article!
Tags: