Gandeng Universitas Rancang Teknologi Tepat Guna

Para peneliti yang telah memaparkan masing-masing hasil penelitiannya untuk dilakukan pembahasan yang berujung pada proses rekomendasi.

Para peneliti yang telah memaparkan masing-masing hasil penelitiannya untuk dilakukan pembahasan yang berujung pada proses rekomendasi.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Beberapa produk di sektor perkebunan kini menjadi ajang penelitian Balitbang Jatim, seperti Kelapa, Porang, Kopi dan Kakao. Diharapkan hasil penelitian tersebut kelak bisa dimanfaatkan masyarakat Jatim, utamanya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Hal itu diungkapkan Kepala Balitbang Jatim, Dr Ir Priyo Darmawan MSc melalui Sekretaris Balitbang Jatim, Hudoyo dalam seminar Balitbang Jatim Bidang Sumberdaya Alam dan Teknologi.
Seperti virgin coconut oil (VCO), Balitbang Jatim Jatim bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UNM) merancang teknologi tepat guna untuk mengekstrak daging kelapa dengan cara hidrolisis secara enzimatis.
Proses pembuatan VCO dengan menggunakan cara hidrolisis enzimatis mampu menghasilkan kualitas VCO yang sangat baik dengan warna putih jernih dan daya simpan relatif lebih lama. Keuntungan lainya, dengan proses tersebut maka mampu menghemat energi hingga 80 persen bila dibandingkan cara tradisional, serta waktu yang lebih cepat, kurang lebih hanya membutuhkan waktu tiga jam.
Seperti diketahui, VCO merupakan salah satu produk yang dibuat dengan cara mengolah daging kelapa yang memiliki khasiat penyembuhan luar biasa. Selain itu, VCO dikenal sebagai minyak kesehatan karena bersifat anti virus dan anti bakteri.
Untuk tanaman Porang, Balitbang Jatim bekerjasama dengan Universitas Brawijaya melangsungkan pengembangan teknologi pengolahan porang menjadi tepung glukomanan yang diharapkan dapat menghasilkan tepung dengan rendemen lebih besar dari 60 persen.
Sifat tepung tersebut menghambat penggunaan tepung sebagai bahan dasar berbagai produk pangan olahan seperti jelly, bakso vegetarian, dan minuman sari buah. Selain itu, tingkat penerimaan produk oleh produsen pengolahan makanan juga akan turun.
Sedangkan untuk Kopi dan Kakao, Balitbang Jatim bekerjasama dengan Universitas Negeri Jember merancang model pengelolaan kebun kopi dna kakao secara terpadu dalam mendukung agribis berbasis wisata di Jatim.
“Pengembangan agrowisata akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar perkebunan yang berujung pada peningkatan pendapatan petani/masyarakat yang ada di lokasi wisata tersebut,” katanya. [rac]

Tags: