Gedung YTKI 15 Lantai Seluas 1.600 M2.Diserahkan Ke Kemenaker

Jakarta, Bhirawa.
Program pemerintah meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), mendapat suntikan asset dari Yayasan TKI (YTKI), berupa bangunan gedung dan fasilitas, diatas tanah seluas 18.150 m2 di Jalan Gatot Subroto-Jakarta. Penyerahan-nya dilakukan oleh Pembina YTKI, Prof Dr Bomer Pasaribu (mantan Menaker) kepada  Sekjen Kemnaker Khairul Anwar, disaksikan Menaker Ida Fauziyah, Kamis malam (19/12). 
 “Aset negara ini, nantinya akan dikelola dan dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan tugas Kemnaker dalam melayani masyarakat. sesuai dengan regulasi yang berlaku, tentang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Setelah ini kami akan berkonsultasi dan minta bimbingan dari KemenKeu, BPK dan KPK. Agar akuntabilitas pemanfaatan aset ini bisa menunjang pelayanan bidang Ketenagakerjaan masyarakat. Sesuai peraturan yang berlaku,” papar Ida Fauziyah. Hadir dalam serah terima antara lain, Ketua pengurus YTKI yang mantan Menteri Kehakiman Oetaya Oesman, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, beberapa pejabat BPK, KemenKeu.
 Aset negara yang diserahkan ke Kemnaker itu berupa gedung utama YTKI 15 lantai beserta  fasilitasnya, di atas lahan seluas 1.600 m2. Lalu gedung ANNEX 3 lantai dengan fasilitasnya, diatas lahan 641 m2. Kemudian gedung parkir 12 lantai, obyek perjanjian Build Operate Transfer (BOT) antara YTKI dengan PT Wisata Citra Legian (PT Wahana Citra Lestari), diatas lahan seluas 4 ribu m2. Serta Mushola diatas lahan seluas 93 m2.
“Dengan penyerahan asset tanah, gedung dan fasilitas yang melekat dari YTKI kepada Kemnaker, diberi tenggang waktu 1 tahun untuk mengurus penyelesaian-nya. Khususnya status karyawan YTKI dan hal hal lain yang terkait dengan penyelesaian administrasi penggunaan fasilitas gedung. seluruh perkembangan dalam penyelesaian masalah ini, akan dilaporkan kepada pimpinan KPK,” ujar Khairul Anwar.
Oetoyo Oesman mantan Menteri Kehakiman yang juga mantan Dirjen Binawas Depnaker ini secara mengagetkan, dalam kata sambutannya menyebutkan; Penyerahan gedung bukan berarti penyerahan secara fisik. Melainkan hanya penyerahn pengelolaan dan penggunaan gedung. Apa maksud sebenarnya, ungkapan Ketua pengurus YTKI ini, jadi tanda tanya besar.
Diungkap Oetoyo Oesman, pembangunan gedung YTKI berawal dari adanya  bantuan dari FES (Friedrich-Ebert-Stiftung) di Jerman Barat kepada Indonesia. Bantuan itu didahului dengan perjanjian antara pemerintah RI dengan Jerman Barat pada 1968. Saat itu Menaker di jabat oleh Awaludin Djamil, sebelum menjabat sebagai Kapolri. FES adalah yayasan politik tertua di Jerman, maka RI membentuk pula Yayasan TKI (YTKI) yang sifatnya independen. dalam perjanjian itu YTKI diminta menyediakan tanah tanpa sewa. Lalu FES membangun gedung diatas lahan tanpa sewa tersebut.
“Awaloedin berusaha mencari dana ke Bapenas untuk pembebasan tanah untuk gedung yang dibangun FES tersebut. FES juga memberikan biaya perawatan gedung YTKI itu sampai 10 tahun,” papar Oetoyo Oesman.
Nomer Pasaribu menambahkan, pengurus YTKI masih berminat untuk ikut berperan dalam pembangunan SDM. Pemerintah diminta agar YTKI masih diberikan hak pengelolaan gedung, termasuk penyewaan sampai tahun 2035.
Menanggapi kontroversi ini Waka KPK Saut Situmorang menyatakan; Serah terima gedung YTKI  harus diikuti tindak lanjut yang jelas. Jangan sampai yang dilakukan hari ini, akan menimbulkan ketidak pastikan di kemudian hari. Perlu solusi yang jelas, sebagai jawaban dari tuntutan milenial SDM 2045, yang disebut Indonesia akan menjadi sejahtera. What’s next, tandas Saut Situmorang. (Ira)

Tags: