Gelar Car Free Night di Malam Tahun Baru

Gelar Car Free Night di Malam Tahun BaruSurabaya,Bhirawa
Polrestabes Surabaya bekerjasama dengan pemerintah kota kembali menyelenggarakan kegiatan Car Free night saat jelang Tahun Baru 2015. Kegiatan tahunan ini digelar pada malam tahun baru dan akan dipusatkan di sepanjang Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan.
Menyambut tahun baru 2015, Surabaya akan menggelar acara bertajuk Car Free night di sepanjang Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan. Hal ini dikatakan Soemarno Kepala Bakesbanglinmas Kota Surabaya.
“Car Free Night dari Jalan tunjungan dan diurut-urut hingga Jalan Darmo. Tapi nanti ada pengalan-penggalan tertentu,” ujarnya.
Kegiatan Car Free Night tahun ini, adalah yang kedua kalinya. Pada acara tersebut, beragam kegiatan digelar, mulai dari hiburan, kuliner, pameran  hingga sajian dari berbagai komunitas.
“Tidak hanya konser, seni, hiburan, namun di sana nanti juga ada komunitas hewan dan sebagainya,” tambahnya.
Soemarno mengakui, Car Free night diselenggarakan tujuannya untuk mengantisipasi arak-arak menjelang pergantian tahun. “Memang, itu (Car Free night) untuk mengantisipasi arak-arakan, brong-brongan,” katanya.
Ia menegaskan, aksi arak-arakan yang biasanya dilakukan menjelang pergantian tahun dikhawatirkan akan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. “Dulu kan mau pergantian tahun, ada trek-trekan dan sebagainya. Nah, kita minimalisir untuk itu,” tandas Soemarno.
Soemarno mengakui, aksi arak-arakan kendaraan menyambut tahun baru tidak diperbolehkan pihak kepolisian. Namun demikian, pihaknya belum mengetahui pasti apakah ada antisipasi masuknya gelombang pengendara kendaraan bermotor dari aparat kepolisian di beberapa akses masuk ke Kota Surabaya.
“Untuk pengetatan (kendaraan) itu ranah kepolisian, tapi yang jelas Surabaya kota terbuka. Namun arak-arakan tetap diantisipasi,” tegasnya.
Dari pengalaman tahun lalu, Kepala Bakesbanglinmas Kota Surabaya ini memperkirakan  kegiatan Car Free Night di pusat kota akan banyak dikunjungi warga. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, aparat yang diterjunkan dari TNI-Polri dan pemerintah kota.
“Keamanan nanti dari Polda, Kodam, provinsi, pemerintah kota. Tapi secara teknis kepolisian yang mengatur. Kita hanya membantu saja,” terangnya. [gat]

Tags: