Geliatkan Perekonomian Poncokusumo, BB-TNBTS Segera Buka Wisata Bromo

Wisata Gunung Bromo yang diharapkan Pemkab Malang untuk segera dibuka bagi para wisatawan

Kab Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berharap Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) segera kembali membuka untuk kunjungan wisata alam TNBTS. Hal itu agar pelaku usaha baik travel agent atau pelaksana pariwisata, serta paguyuban masyarakat wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, perekonomiannya bisa kemabali. Karena selama ini, perokonomian terganggu akibat wabah virus corona.

Selain Pemkab Malang berharap TNBTS segera dibuka kembali untuk wisatawan tegas Bupati Malang HM Sanusi, Kamis (23/7), kepada Bhirawa, juga beberapa daerah seperti Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang, bersepakat dan mendesak BB-TNBTS segera untuk kembali membuka wisata alam, yang salah satunya tempat wisata alam Gunung Bromo. “Kesepakatan itu didapat dari hasil rapat kordinasi (rakor) bersama berupa penandatangan Standart Operasional Prosedur (SOP) di Kabupaten Probolinggo, pada Minggu lalu,” jelasnya.

Dengan adanya kesepakatan itu, lanjut dia, maka Pemkab Malang telah menyiapkan SOP di masa transisi keteraturan hidup baru atau New Normal, yaitu salah satunya dengan melakukan pembatasan wisatawan yang akan berwisata ke Gunung Bromo menjadi 10-30 persen. Dan saat ini, untuk wilayah Poncokusumo, masih aman penularan Corona Virus Disease (Covid-19). Karena dalam beberapa tahun terakhir ini, wisatawan yang akan berwisata ke Gunung Bromo sudah banyak melalui Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Jika BB-TNBTS kembali membuka jalur menuju wisata Gunung Bromo, tentunya para wisatawan harus memenuhi aturan protokol kesehatan. Selain itu, ada pembatasan wisatawan, hal ini agar mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Sanusi.

Selain dengan memberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan, kata dia, para wisatawan akan diarahkan untuk membeli tiket secara online dan juga harus menyertakan bukti sudah melakukan rapid tes. Dan secara otomatis hasil rapid tes hasilnya non rekatif, lalu mereka diperbolehkan masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo. Sebenranya, SOP sudah disepakati, namun keempat daerah masih menunggu persetujuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehidupan (KemLHK) untuk kepastian tanggal dibukanya.

“SOP sudah dikirim ke kemen,LHK selanjutnya tinggal menunggu saja apakah disetujui atau tidak. Kalau setuju ya akan dibuka, kalau ada yang masih direvisi ya kami akan melakukan revis,” tandas Sanusi.

Secara terpisah, Kepala BB-TNBTS Malang John Kennedy mengatakan, pihaknya memang berencana membuka kembali wisata Gunung Bromo, pada 1 Agustus 2020 mendatang. Namun hal ini kemungkinan batal kita lakukan, disebabkan

masih tingginya angka penderita Covid-19, baik itu di Kabupaten Malang dan Pasuruan, masih berstatus zona merah. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi bersama empat kepala daerah, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.

Dan jika keempat daerah itu masuk sudah zona hijau, tegas dia, maka kapan saja bisa kita buka. Sedangkan kemungkinan wisata Gunung Bromo dibuka kembali, bisa saja dengan alasan, kecamatan sekitar Gunung Bromo masih berstatus zona hijau.  

“Karena untuk kembali membuka wisata Gunung Bromo diperlukan beberapa analisa, karena saat ini masih terjadinya Pandemi Covid-19. Sehingga tidak segampang membuka tempat wisata ditengah Covid-19 seperti sekarang ini,” kata dia. [cyn]

Tags: