Gempa Dipicu Aktivitas Patahan Gunung Pandan

Drs. Edi Hariyanto, M.Si. [sudarno/bhirawa]

Drs. Edi Hariyanto, M.Si. [sudarno/bhirawa]

Kab. Madiun, Bhirawa
Warga Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang awalnya, masih dirundung rasa penasaran tentang penyebab gempa yang menimpa desanya (baca Bhirawa, Senin 29/6), sekarang sudah dapat diketahui penyebabnya gempa di DusunĀ  Pohulung Desa Klangon tersebut setelah ada Laporan Hasil Singkat Pemeriksaan Gempabumi oleh Badan Geologi.
Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Madiun, Drs. Edi Hariyanto, M.Si di dampingi Kabag Humas dan Protol Pemkab Madiun, Drs. Heri Supramono, kepada wartawan, kemarin, sesuai Laporan Hasil Singkat Pemeriksaan Gempabumi di Dusun Pohulung Desa Klangon Kecamatan Saradan Kab. Madiun oleg Badan Geologi menyebutkan, Berdasarkan surat Badan Geologi Nomor 2156/45/BGL.V/2015 tanggal 6 Juli 2015 sebagai berikut.
Pertama, berdasarkan informasi BMKG yang merupakan hasil relokasi dari dugaan sebelumnya, pusat gempa pada koordinat 7,6443 Lintang Selatan dan 111,667 Bujur Timur atau 21 Km timur laut Kota Madiun pada kedalaman 1 Km. Gempa memiliki mekanisme dominan sesar geser dan sedikit sesar turun dengan strike = 245,8, dip = 74,3 dan slip = 22.
Kedua, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengirimkan tim tanggap darurat gempabumi untuk pemeriksaan dampak dan penanggulangan gempbumi dengan kegiatan yakni : Koordinasi dengan BPBD Kab Madiun, BMKG dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.
Pemetaan dampak gempabumi khususnya retakan tanah. Pengambilan foto udara menggunakan mini drone untuk pembuatan orthophoto dan Digital Surface Model (DSM) di lokasi kerusakan. Pemantauan deformasi dengan GPS geodetic di 2 titik. Sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Ketiga, Goncangan maksimum (skala MMI VI) dirasakan dilereng barat daya dan selatan Gunung Pandan dengan retakan tanah. Goncangan juga dirasakan di Caruban dan Nganjuk (intensitas II MM). Akibat gempabumi adalah 30 rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan, namun tidak ada korban jiwa. Menurut masyarakat telah terjadi 8 gemppabumi dengan skala lebih kecil dalam 1 bulan. Setelah gempabumi utama masih terjadi gempa susulan. Di daerah ini pernah terjadi hal serupa sekitar 50 – 60 tahun lalu.
Keempat Dusun Pohulung Desa Klangon Kecamatan Saradan terletak di kaki barat daya Gunung Pandan disusun oleh batuan breksi gunungapi dan formasi Kabuh berumur Plistosen, yang bbersifat memperkuat efek goncangan. Retakan tanah akibatĀ  gempabumi antara N30 E-N50 E (barat daya – timur laut). Retakan lebih banyak di wilayah utara dusun Pohulung.
Kelima, Kejadian gempabumi ini mengakibatkan kepanikan warga untuk bermalam di rumah karena berdasar isu mengenai aktivitas Gunung Pandan dan penambangan minyak di Bojonegoro. Untuk mengatasinya, diadakan sosialisasi pada 28 Juni 2015 difasilitasi BPBD Kab Madiun dengan nara sumber BMKG dan tim tanggap darurat PVMBG.
Keenam, Berdasarkan data kerusakan dan fokal mekanismenya, gempabumi dipicu oleh aktivitas tektonik pada patahan Gunung Pandan dengan orientasi barat daya – timur laut dan mekkanisme patahan gegser mengiri (sinistral) dan Gunung Pandan bukan merupakan gunungapi aktif sehingga tidak ada keterkaitan, demikian pula deengan aktivitas penambangan minyak di Bojonegoro.
Ketujuh, Rekomendasi dari Badan Geologi: Masyarakat dihimbau tetap tenang dan mengikuti arahan informasi dari Pemerintah Daerah dan BPBD setempat. Masyarakat tetap waspada dengan kejadian gempa susulan. Wilayah yang pernah dilanda gempabumi kemungkinan besar akan dilanda lagi. Namun waktu kejadian dan kekuatan gempa tidak dapat dipastikan, sehingga diharapkan warga Desa Klangon membangun rumah/bangunan mengikuti kaidah lahan gempabumi.
“Yang jelas, terkait gempabumi di Desa Klangon Kecamatan Saradan, warga dilarang membangun rumah atau bangunan lainnya sepanjang lokasi gempa, sekitar 10 meter kekanan dan kekiri. Misalkan membangun jangan untuk tempat tidur dan bruang tamu,”pungkas Edi Hariyanto. [dar]

Tags: