Gempur Rokok Ilegal, Diskominfo Kabupaten Malang Gandeng Jurnalis

Sekda Kab Malang Wahyu Hidayat, Kepala KPBBC Tipe Madya Cukai Malang Latif Helmi, dan Kepala Diskominfo Kab Malang Aniswaty Aziz, saat foto bersama dengan para jurnalis di kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai, di salah satu hotel di wilayah Kec Klojen, Kota Malang. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPBBC) Tipe Madya Cukai Malang menggelar Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai untuk memberantas habis masalah rokok ilegal di wilayah Kabupaten Malang.

Sedangkan dalam sosialisasi tersebut Diskominfo juga mengundang 40 orang pekerja jurnalis dari lintas media cetak maupun online, yang bertugas peliputan di wilayah Kabupaten Malang. Dan tujuan sosialiasi melibatkan para jurnalis tersebut, guna untuk membantu dalam menggempur rokok ilegal. Mengingat di Kabupaten Malang paling banyak ditemukan rokok ilegal tanpa pita cukai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, saat memberikan sambutan memwakili Bupati Malang HM Sanusi,Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai, Senin (14/9), di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang mengatakan, kegiatan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. “Dengan kegiatan ini yang mengundang para jurnalis yang bertugas peliputan di wilayah Kabupaten Malang, diharapkan para jurnalis ini dapat membantu melalui pemberitaan kepada masyarakat tentang cukai rokok ilegal,” paparnya.

Sebab, lanjut dia, dengan adanya keterlibatan jurnalis melalui penulisan berita yang dimuat di masing-masing media, diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan kerugian yang ditimbulkan. Dan sanksi apa yang akan didapat jika memproduksi rokok ilegal, dan memperjual belikan serta mengendarkan rokok tanpa pita cukai. Sedangkan rokok ilegal itu, telah merugikan pendapatan negara yang nilainya tidak sedikit, karena bisa mencapai miliaran rupiah.

“Untuk itu, dengan kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai ini, maka diharapkan agar masyarakat Kabupaten Malang yang kini memiliki uasaha produksi  rokok harus memenuhi aturan perundang-undangan. Karena jika diketahui telah melakukan melanggaran mengedarkan rokok ilegal akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Wahyu.

Ditempat yang sama, Kepala KPBBC Tipe Madya Cukai Malang Latif Helmi sangat mengapresiasi upaya Pemkab Malang melalui Diskominfo Kabupaten Malang,  yang mana dalam Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai ini telah menggandeng jurnalis. Sehingga dengan menggandeng jurnalais, hal ini sebagai bentuk sinergitas dalam mensosialisasikan UU tentang cukai. Karena antara Pemkab Malang, KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, dan para jurnalis bersinergi, maka bisa bersama-sama dalam menggempur peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Malang.

“Dengan begitu, akan menyelamatkan uang negara, dan hal itu juga bisa melindungi industri-industri kecil yang taat dalam penggunaan pita cukai. Sedangkan untuk industri rokok besar sudah jelas pangsa pasarnya,” jelasnya.

Latif juga menyampaikan, di masa Pandemi Covid-19 ini, pihaknya di tahun 2020 ini, telah mendapatkan target pendapatan cukai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 19,27 triliun. Dan per tanggal 31 Agustus 2020, masih terealisasi Rp 11, 206 triliun atau 56,1 persen, jadi terget pendapatan masih kurang Rp 8 triliun. Namun, dirinya sangat optimis berhasil penuhi target di akhir Desember 2020. Sedangkan target pendapatan cukai di tahun ini, lebih kecil jika dibandingkan pada tahun 2019. yakni sebesar Rp 20,1 triliun.

“Kabupaten Malang ini terdapat 7 kecamatan masuk zona merah peredaran rokok ilegal, yakni Tumpang, Bululawang, Gondanglegi, Turen, Tajinan, Pagelaran dan Bantur,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai, yang kini juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kabupaten Malang Aniswaty Aziz menambahkan, Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai ini, yaitu untuk memberikan Pemahaman kepada rekan-rekan media atau wartawan tentang cukai rokok, serta jenis jenis penyalahgunaanya, yang diharapkan dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat melalui medianya masing masing. “Hal ini agar peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang dapat digempur habis,” tuturnya. [cyn/adv]

Tags: