Gepal Desak KPK Tetapkan Tersangka Korupsi PDAM Giri Tirta

Massa Gepal saat melakukan aksi demo di halaman kantor PDAM Giri Tirta. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik,Bhirawa
Tuntut adanya tersangka korupsi dalam tubuh PDAM Giri Tirta Gresik, masyarakat Gresik yang mengatasnamakan sebagai Gepal (Gerakan Penolak Lupa), melakukan aksi demo ke kantor PDAM Giri Tirta dan DPRD Gresik, Senin (3/5).

Gepal bahkan sangat mendukung langkah yang dilakukan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang telah membongkar adanya dugaan skandal korupsi yang terjadi dalam tubuh PDAM Giri Tirta.

Memang, KPK sudah membongkar adanya skandal mega proyek kerja sama investasi yang dilakukan PDAM Giri Tirta Gresik dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) tahun 2012 itu.

Agar tidak menimbulkan tanda tanya masyarakat, Gepal mendesak KPK agar segera menetapkan tersangka dan mengusut tuntas skandal dugaan korupsi proyek di tubuh PDAM Gresik senilai Rp133 miliar dan menyeret semua yang terlibat.

Saat aksi, pendemo membentangkan spanduk bertuliskan “Gepal (Gerakan Penolak Lupa). Ada apa dengan KPK…? Nyalakan tanda bahaya. Rompi tahanan siap tersangka belum ada”.Syafiudin, petinggi Gepal dalam orasinya menyatakan, demo Gepal untuk kesekian kalinya ini sebagai bentuk dukungan terhadap KPK yang tengah mengusut skandal dugaan korupsi di tubuh PDAM Giri Tirta Gresik.”Untuk aksi turun jalan kali ini Gepal mendesak KPK segera tetapkan tersangka dalam dugaan skandal korupsi proyek investasi senilai Rp133 miliar,” teriaknya.

Syafiudin mengungkapkan bahwa KPK telah datang ke Gresik dan pergi dari Gresik. Namun, sejauh ini belum ada tersangka. “Ada apa dengan KPK?” tanyanya.

Syafiudin mempertanyakan lambannya KPK menetapkan tersangka setelah meminta keterangan sejumlah pejabat dan mantan pejabat PDAM Giri Tirta yang diduga terkait dengan proyek kerja sama investasi senilai Rp133 miliar dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) berupa kerja sama sistem Build Operate Transfer (BOT) pembangunan proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo, dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) berupa ROT (Rehabilitation Operating Transfer) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo pada tahun 2012.

“Gepal mendesak KPK usut tuntas dugaan korupsi di PDAM, dan cepat tetapkan tersangka,” pungkasnya. [eri]

Tags: