Gerakkan Siswanya Agar Senang Membaca dan Menulis

Aprilin Agustuti SPd

Aprilin Agustuti SPd
Berawal dari melihat anaknya yang senang menulis hingga bisa menerbitkan sebuah buku. Aprilin Agustuti SPd, guru IPA SMPN 1 Sidoarjo ini tergugah hatinya dan terinspirasi, bergerak untuk menulis. Baik menulis tentang puisi, Cerpen, antologi ataupun karya – karya ilmiah.
Menurut perempuan kelahiran Sidoarjo, 15 April 1973 ini setelah senang menulis hanya untuk dirinya, hanya disimpan di buku saja, karena waktu itu memang belum ada lomba – lomba tentang penulisan.
Tetapi berbeda dengan kondisi saat ini yang sudah banyak digelar lomba tentang penulisan. Bahkan dalam kondisi pandemi virus Covid 19 ini saja juga masih ada lomba yang dilakukan secara online. Jadi lebih enak dan lebih mudah untuk mendapatkan prestasi. Sehingga Wakasek Bidang Kesiswaan yang juga sebagai Pembina Ekstrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) member semangat para siswanya agar senang membaca dan menulis.
“Maka saya selalu memotivasi siswa agar gemar membaca dan menulis. Karena menulis itu membutuhkan banyak referensi dari karya – karya orang lain, baik cerita, ilmiah ataupun yang fiksi. Harus diberperbanyak ilmunya untuk menambah pengetahuannya. Dengan cara itu, saya juga sudah membuat buku – buku puisi hingga buku pelajaran,” terang Juara Favorit Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional ‘National Creativity Competition 2014’ saat ditemui, Rabu (10/2) kemarin.
Aprilin menjelaskan, setiap ada kesempatan lomba, para siswanya selalu didorong dan dimotivasi untuk membuat puisi atau Cerpen untuk diikutkan lomba. Bahkan saat ada event di sekolah pun mereka saya suruh membuat puisi atau cerpen, terus kami nilai dan ada juaranya. Bukan berhenti di situ saja, karya – karya mereka saya kumpulkan hingga diterbitkan untuk menjadi sebuah buku.
“Siswa kami sudah membuat tiga buku antologi puisi dan Cerpen. Sehingga mereka merasa senang dan merasa terhibur. Bagi yang menang tentu saja senang, tetapi yang belum menang mereka juga senang, karena karyanya telah dibukukan,” ujar Juara I Essay tingkat nasional National Creativity Competition 2015 ini.
Penulis buku puisi ‘Meretas Rindu’ ini juga memaparkan, siswa yang gemar membaca dan menulis itu kualitasnya lebih baik, dibanding dengan siswa yang tidak rajin membaca dan menulis. Karena senang membaca itu akan banyak pengetahuan, mereka juga akan merasakan nilai plus dan minusnya dari membaca. Siswa rajin membaca juga akan tahu akan perkembangan jaman. Apalagi dengan kondisi digitalisasi sekarang ini sangat mudah sekali untuk mendapatkan bacaan yang diinginkan. [ach]

Tags: