Giatkan Literasi RBC Institute UMM Luncurkan Platform Baru

Giatkan Literasi RBC Institute luncurkan platform baru.

Malang, Bhirawa
Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A Malik Fadjar mengapresiasi anak muda di Kota Malang yang suka menikmati kopi sambil baca buku, serta berdiskusi, dengan meluncurkan platform Teman Baca dan Teman Ngopi.
Menurut Maharina Novia Zahro, Marketing Communication (MarComm) RBC Institute, inisiasi ini dilakukan untuk memberikan penghargaan khusus pada para pengunjung yang sangat aktif mengunjungi RBC, baik untuk baca buku di public library RBC atau sekadar ngopi dan diskusi. RBC yang terletak di Ruko Perum Permata Jingga Kota Malang ini memang terdiri dari tiga area, yaitu learning space dan cafe di lantai satu, dan perpustakaan di lantai dua.
Adapun apresiasi Teman Baca RBC diberikan kepada Fitratul Akbar, Usman Abdurrasyid, Hanifah Rahmawati, Sholihatul Atik Hikmawati, dan Roni Versal. Dijelaskan Maharina, kelima orang ini dipilih lantaran mereka sangat aktif mengunjugi perpustakaan RBC. Atik dan Hanifah, misalnya, kerap berkunjung untuk menyelesaikan disertasi dan mengikuti perkulihan secara daring. Begitupun Fitra, seorang penulis muda dan mahasiswa UMM yang sering datang untuk membaca buku sebagai bahan tulisan di media massa.
Sementara itu, Roni mengungkapkan, koleksi buku di RBC sangatlah lengkap, beberapa diantaranya langka. Tidak jarang buku yang selama ini dicari-cari, justru tersedia di rak buku koleksi milik A Malik Fadjar. ”Kehadiran lima Teman Baca RBC ini menjadi penyadar bagi kami, bahwasannya, tidak sedikit orang yang masih mau kembali dan menghidupi perpustakaan,” kata staf RBC Institute, Chusnus Tsuroyya.
Nantinya, Teman Baca RBC Para teman baca itu akan mendapatkan sejumlah keuntungan, di antaranya free konsultasi menulis artikel populer dan konsultasi beasiswa luar negeri dengan para pakar di bidangnya. Ada juga free simulasi IELTS.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Farros Imaroh dan Lady Charunica Ivanny sebagai Teman Ngopi RBC. Literasi tidak melulu berkaitan dengan membaca dan menulis saja. Namun, literasi juga erat kaitannya dengan berdialog. Bagi Teman Ngopi seperti Farros dan Lady, mungkin, gagasan – gagasan dan ide – ide cemerlang tidak lahir dari membaca dan menulis saja. Gagasan dan ide – ide cemerlang justru lahir dari tegukan kopi yang diseruput secara bersama – sama, sambil berdiskusi.
Harapannya, dengan adanya program Teman Baca, Teman Ngopi dan Kerabat RBC, para kerabat dan teman – teman itu, dapat menjadi pionir literasi di RBC secara khusus dan di Malang Raya secara umum. [mut]

Tags: