GMII dan PMII Gelar Demo Hari Buruh

Puluhan aktivis mahasiwa di Bojonegoro menggelar aksi demo hari buruh di bundaran adipura setempat. [bas/bhirawa]

Puluhan aktivis mahasiwa di Bojonegoro menggelar aksi demo hari buruh di bundaran adipura setempat. [bas/bhirawa]

(Tuntut Pemerintah Berikan Hak Selayaknya bagi Pekerja)
Bojonegoro, Bhirawa
Puluhan aktivis mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bojonegoro, Kamis (1/5) mengawali aksi demo Hari Buruh atau biasa dikenal dengan ‘Mayday’ dipusatkan di Bundaran Adipura Bojonegoro. Demo menuntut pemerintah memberikan hak selayaknya bagi kaum pekerja.
Tak peduli panas terik dan padatnya arus lalu lintas pagi kemarin, sekitar 40 aktivis PMII melakukan tuntutan untuk memperingati hari buruh sedunia. Pada intinya para mahasiswa meminta Pemkab Bojonegoro berpihak kepada kaum buruh. “Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energi tapi masih banyak pengangguran,” kata Koordinator aksi, Imam Syaifudin.
Di Bundaran Adipura,  kader-kader PMII Bojonegoro menampilkan aksi teatrikal dengan ilustrasi dua buruh memohon peningkatan gaji tapi malah pemecatan yang diterima. Hal itu menggambarkan selama ini buruh teraniaya oleh kepentingan para pemilik modal.
Sementara itu aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bojonegoro turun ke jalan. Dalam aksi para mahasiswa membawa poster-poster bertuliskan, utamakan kesejahteraan buruh dan buat perda konten lokal buruh serta sanksi tegas perusahaan yang belum menerapkan UMK.
Selain itu mahasiswa menyuarakan kenaikan upah buruh, penghapusan outsourcing, memperluas lapangan pekerjaan dan pemerintah konsisten memperjuangkan konten lokal. Korlap Aksi GMNI, Ariel Sharon, menjelaskan, upaya pemerintah memperlakukan buruh layaknya sapi perah melanggar undang-undang,  naikkan upah buruh dan tingkatkan lapangan kerja,” tegasnya. [bas]

Rate this article!
Tags: