GrabBike dan GrabCar Surabaya Perangi Covid-19 dengan #KitaVSCorona

Tindakan melindungi kesehatan dan keselamatan baik pelanggan maupun mitra di seluruh layanan Grab serta pembagian ribuan masker, pembersih tangan (hand sanitizers) dan vitamin bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Surabaya.

Surabaya, Bhirawa.
Grab telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk memerangi pandemik COVID-19 melalui gerakan KitaVSCorona yang diluncurkan di berbagai kota di seluruh Indonesia termasuk diantaranya wilayah Surabaya dan sekitarnya.
City Manager Surabaya, Grab Indonesia, Prisca Yosevine mengungkapkan gerakan KitaVSCorona merupakan langkah awal kepada seluruh rangkaian mitra pengemudi, pengantaran, merchant dan karyawan Grab dalam memerangi pandemi COVID-19.
“Langkah selanjutnya, kita telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta paket dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan hidup seluruh rangkaian mitra kami di seluruh Indonesia, khususnya untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya,” terangnya, Jumat (27/3).
Prisca berharap konsumen, mitra pengiriman dan mitra merchant Grab untuk terus saling menjaga dengan tetap waspada dan menerapkan praktik kebersihan yang baik. “Kami akan memanfaatkan #KitaVSCorona untuk memastikan masyarakat Indonesia menerima informasi COVID-19 yang terkini dan andal untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepala UPT P3LLAJ Surabaya, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Imam Chairil S,. ATD, SE, M.MT menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Grab di Surabaya dalam menanggapi pandemi COVID-19.
“Saya mengimbau agar semua komponen masyarakat bersatu memerangi pandemi COVID-19 ini dengan cara mengikuti protokol yang sudah ditentukan. Khusus bagi mitra pengemudi Grab karena anda adalah garda terdepan jasa transportasi dan pengantaran makanan, saat inilah Anda harus extra hati-hati setiap saat akan menerima dan melayani orderan dari masyarakat. Saat operasional harap menggunakan penutup badan dan wajah misalnya menggunakan jaket dan masker, pastikan anda sudah lengkapi diri dengan cairan antiseptik yang selalu dibawa kemanapun Anda pergi, mencuci tangan setiap saat dimungkinkan dan dilanjutkan dengan penggunaan cairan antiseptic,” jelasnya.
Selain itu Imam mengimbau untuk membersihkan dan semprot kendaraan setiap saat dengan cairan yang sudah distandarkan oleh protokol yang sudah disampaikan. “Terima kasih untuk Grab Jatim yang sudah mendukung upaya sosialisasi dari Dishub dan kami harapkan seluruh mitra pengemudi Grab dapat mengikuti panduan yang diberikan oleh Grab Jatim melalui sosialisasi langsung maupun lewat aplikasi (online). Jangan anggap remeh virus ini, tetap tenang dan waspada, bersama kita lawan Corona,” pungkas Imam.
Sementara itu kesiapsiagaan Grab Indonesia terhadap situasi Pandemi COVID-19 di Surabaya sejak dimulainya wabah penyebaran virus COVID-19 pada bulan Desember, Grab Indonesia telah memonitor situasi dan mempersiapkan seluruh pihak Grab pada responnya terhadap COVID-19.
“Di Grab, kami menempatkan kesehatan dan keselamatan pelanggan, Mitra Pengemudi dan merchant kami sebagai prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional kami. Melalui upaya jaga jarak sosial yang aman dan efektif, kemitraan dari segi teknologi dan inisiatif edukasi, kami telah menerapkan langkah-langkah tegas untuk membatasi pandemi COVID-19 di Indonesia termasuk di Surabaya dan sekitarnya,” kata Prisca.
Adapun berbagai inisiatif Grab dalam pencegahan pandemi COVID-19 di wilayah Surabaya dan sekitarnya diantaranya, pembagian ribuan masker, pembersih tangan (hand sanitizers) dan vitamin bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Surabaya yang berlangsung secara bertahap selama sepekan ke depan sesuai dengan protokol social distancing/jaga jarak sosial.
Penyemprotan desinfektan bagi kendaraan mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Surabaya dan sekitarnya. Edukasidukasi gaya hidup sehat dan pencegahan penyebaran COVID-19 kepada mitra pengemudi secara online melalui aplikasi Grab Driver serta secara offline dengan protokol social distancing/jaga jarak sosial.
Mitra Pengemudi dan pengiriman adalah tulang punggung platform kami. Kami juga telah mempersiapkan paket GrabCare untuk memberikan bantuan keuangan dan medis kepada mitra pengemudi Grab jika diantara mereka ditempatkan pada karantina yang dimandatkan otoritas kesehatan publik/pemerintah, atau telah dites positif terhadap COVID-19.
Penyediaan posko siaga bagi mitra pengemudi di Surabaya yang merasa kurang sehat dan ingin beristirahat sejenak yang juga dilengkapi dengan alat untuk memeriksa suhu badan (thermal gun). Bahkan mitra pengemudi juga dapat menggunakan manfaat GrabBenefits yang terdiri dari diskon untuk mencuci jaket, helm serta cuci motor dan mobil.
Selain itu edukasi gaya hidup sehat dan pencegahan penyebaran COVID-19 bagi pelanggan melalui fitur GrabHealth yang menawarkan konsultasi kesehatan dalam aplikasi gratis kepada konsumen, yang dijalankan oleh tenaga medis profesional untuk menjawab pertanyaan seputar COVID-19.
“Mereka juga dapat membeli produk kesehatan dan vitamin atau menebus suplemen melalui GrabRewards. GrabHealth juga akan secara teratur berbagi konten pendidikan dengan publik untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19,” kata Prisca.
Inisiatif tersebut melengkapi berbagai inisiatif #KitaVSCorona yang telah diluncurkan secara nasional seperti, fitur Pemesanan Tanpa Kontak untuk layanan GrabFood dan GrabExpress: Sebagai langkah perlindungan bagi pelanggan dan mitra pengantaran, kami telah memperkenalkan Pemesanan Tanpa Kontak bagi pelanggan dan mitra pengemudi.
Pelanggan GrabFood dan GrabExpress dapat mengikuti panduan Pemesanan Tanpa Kontak yang tersedia dalam aplikasi atau dengan mengikuti tiga langkah mudah diantaranya informasikan mitra pengantaran untuk meletakkan pesanan di luar pintu atau lokasi tertentu seperti resepsionis gedung jika diizinkan oleh manajemen gedung yang bersangkutan.
Mitra pengantaran akan memberitahu pelanggan saat mereka telah tiba di lokasi pengantaran, meletakkan pesanan di tempat yang telah ditentukan dan menunggu pelanggan untuk mengambil pesanan dimana mereka akan berdiri setidaknya 2 meter dari pesanan tersebut.
“Kami sangat menyarankan pelanggan untuk memilih pembayaran non-tunai. Jika penggunaan uang tunai tidak dapat dihindari, pelanggan dapat meletakkan uang tersebut di dalam amplop dan menaruhnya di tempat pesanan yang telah ditentukan sebelumnya,” tutur Prisca. [riq]

Tags: