Gubernur Jatim Beri Penghargaan SMP IT Dafi Sekolah Adiwiyata

Kepala DLHK Sidoarjo, Sigit Setyawan menyerahkan penghargaan ke Kasek SMP IT Dafi, Basuki Rakhmad. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
SMP IT Dafi (Islam Terpadu Darul Fikri) Sidoarjo menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020. Penyerahan penghargaan diberikan Kepala DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Sidoarjo, Ir Sigit Setyawan kepada Kasek SMP IT Dafi Sidoarjo Basuki Rakhmad SPd, Selasa (22/12) kemarin.
Usai penyerahan, Sigit Setyawan berpesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tugas kita bersama. Pemerintah, masyarakat dan lingkungan sekolah harus memiliki kepedulian, salah satunya dapat melalui program Adiwiyata.
“Karena belum semua sekolah di Sidoarjo memiliki kurikulum lingkungan ini. Namun kami berterima kasih kepada Darul Fikri telah memilikinya, dan dapat meningkatkan program – program positif setelah menerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Jatim, serta bisa menjadi contoh sekolah lainnya,” pesan Sigit.
Sementara itu, Kasek SMP IT Dafi Sidoarjo, Basuki Rakhmad juga bersyukur, terbayar sudah jerih payah teman – teman Tim Adiwiyata dan para santri, karena telah terbit SK Adiwiyata Provinsi Jawa Timur yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
“Ini menjadi dasar bahwa lingkungan pondok pesantren dapat menjadi lingkungan yang betul – betul santri, dan menjadi titik tolak terkait stigma pondok pesantren yang kurang baik. Ini juga menjadi bukti kami dapat mencintai lingkungan hidup, dan Program Zero Waste (nol sampah) dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan kurikulum yang ada,” tegas Basuki.
Sementara itu, Ketua Tim Adiwiyata SMP IT Dafi Sidoarjo, Uswatun Aisah SPi menambahkan, Program Sekolah Adiwiyata adalah program bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional Nomor Kep. 07/MENLH/06/2005 dan Nomor 05/VI/KB/2005 tentang Pembinaan dan Pengembangan Lingkungan Hidup.
Adiwiyata atau Green School, merupakan salah satu program yang bertujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup. ”Jadi, pola pembentukan sikap anak didik dan warga sekolah terhadap lingkungan, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” katanya.
Hal ini diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari – hari, baik di sekolah, rumah atau di lingkungan tempat tinggalnya. Kelak, bila mereka bekerja, diharapkan sikap itu dapat diterapkan dalam sikap kerja yang bijaksana dan peduli lingkungan, terutama sekitarnya dan didukung dengan program Adiwiyata.
“Jadilah pejabat yang peduli lingkungan, jangan menjadi pejabat yang peduli terhadap kekayaan. Intinya membentuk karakter santri Dafi sebagai khalifah fil ard, generasi pemimpin yang bijaksana dalam mengelola alam sekitarnya, demi masa depan generasi berikutnya dan menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya,” tandas Ustadzah Uswatun. [ach]

Tags: