Gubernur Jatim Didesak Buruh Selesaikan UMSK

Ratusan pekerja buruh yang ada di Jawa Timur, melakukan aksi unjukrasa di depan gedung Grahadi, Rabu (1012). Aksi ini dilakukan agar pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan upah sektoral secepatnya. gehSurabaya, Bhirawa
Ratusan buruh kembali berunjukrasa di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/12) menuntut segera menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2015. Buruh Jatim dari ring satu menginginkan ketetapan UMSK bersama dengan UMK 2015.
Pantauan Bhirawa, puluhan perwakilan buruh yang ditemui Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim Edi Purwinarto. Sukarji mengatakan, ada dua hal yang pertama, soal UMK 2015 memang sudah ditetapkan tapi belum mensosialisasikannya. Dan yang kedua, UMSK harus segera ditetapkan secara bersamaan dengan UMK per Januari 2015.
” Pak Gubernur Jatim harus segera menetapkan UMSK dan harus bersamaan dengan UMK per 1 Januari 2015. Didalam meangguhkan upah jangan sampai berdasarkan data-data yang tidak valid. Kami berharap betul-betul bisa menindak lanjuti, setidaknya membentuk tim investigasi,” kata Sukarji pada Kadisnakertransduk Jatim Edi Purwinarto di dalam Grahadi, Rabu (10/12).
Selain itu, masih kata Sukarji, Gubernur harus mendesak Bupati dan Walikota di ring satu Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto segera menyerahkan UMSK sebelum batas akhir yang telah ditentukan. Sampai sekarang hanya Sidoarjo yang sudah menyerahkan.
” Untuk mensosialisasikannya harus sampai ketingkat bawah, serta menindak tegas bagi perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan upah sesuai UMK 2015 mendatang,” tambahnya.
Hal ini, Kadisnakertransduk Jatim, Edi Purwinarto menyambut baik usulan-usulan yang dilontarkan buruh. Terkait batas akhir penyerahan UMSK, Edi mengatakan, sudah memberikan batas akhir penyerahan UMSK yaitu tanggal 12 desember 2014.
” Jika sampai batas akhir yang telah ditentukan bupati dan Wali Kota ring satu khususnya akan kita tinggal. Saya juga sudah berfikir pengalaman pahit sebelumnya jangan sampai terjadi lagi, jadi masalah jadwal kita pegang betul-betul,” tegasnya pada perwakilan buruh Jatim.
Dirinya juga berpesan pada perwakilan buruh, terkait perusahaan-perusahaan yang berdalih tidak mampu membayar karyawannya sesuai UMK 2015 segera melaporkan ke pihak kepolisian. ” kalau perusahaan semestinya mampu dan berdalih tidak mampu segera laporkan ke polisi,” tambahnya. (geh)

Keterangan Foto : Ratusan-pekerja-buruh-yang-ada-di-Jawa-Timur-melakukan-aksi-unjukrasa-di-depan-gedung-Grahadi-Rabu-1012.-Aksi-ini-dilakukan-agar-pemerintah-Provinsi-Jawa-Timur-menetapkan-upah-sektoral-secepatnya.-[geh/bhirawa].

Tags: