Gubernur Jatim Imbau Penyembelihan Hewan Kurban di RPH

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengecek hewan ternak di kandang sapi beberapa waktu lalu.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada bupati dan wali kota se Jatim untuk segera turun mengecek dan memantau sentra penjualan hewan kurban. Khususnya lapak kurban yang biasa dijumpai di tepi jalan atau tanah lapang.
Ia juga mengimbau agar penyembelihan hewan kurban bagi masyarakat yang berada di wilayah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di rumah potong hewan (RPH).
Hal ini penting bagi kepala daerah untuk bisa mempersiapkan titik sentra penjualan hewan kurban yang sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). “Di tengah wabah PMK kami ingin memastikan bahwa masyarakat Jatim bisa beribadah dengan baik utamanya ketika sholat Iedul Adha dan dapat melakukan penyembelehan hewan kurban. Sehingga proses penyembelihan sampai penyaluran hewan kurban bisa aman dan higienis,” ungkap Khofifah disela sela pelantikan rektor Universitas Brawijaya Malang, Senin (27/6).
Imbauan ini disampaikan Gubernur Khofifah seiring turunnya SE Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.
Dalam SE tersebut diatur tentang pelaksanaan protokol kesehatan saat salat Iduladha dan pelaksanaan kurban, takbiran, khutbah Iduladha, ketentuan syariat berkurban, hingga teknis penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging kurban.
Mantan Menteri Sosial ini mengimbau umat Islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria. Serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan. Selain itu, bagi masyarakat yang berkurban namun berada di daerah wabah atau tertular dan daerah terduga PMK, Khofifah mengimbau untuk melakukan penyembelihan RPH.
“Jika berada di wilayah wabah PMK, takmir masjid, mushola atau panitia kurban bisa menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat. Inilah pentingnya koordinasi semua jajaran di daerah agar masyarakat kita bisa beribadah dengan baik, aman dan sehat,” urai Khofifah .
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim sendiri telah menyiapkan 1.276 juru sembelih halal (Juleha) yang akan tersebar di berbagai pondok pesantren (Ponpes), masjid, mushalla, dan lembaga di Jatim. Para Juleha saat ini telah mendapatkan pelatihan, pengarahan, dan sertifikasi sehingga siap memotong hewan kurban pada Idul Adha mendatang.
Adapun salah satu isi dari SE 10 Tahun 2022 Kriteria hewan kurban terdiri dari Jenis hewan ternak, yaitu unta, sapi, kerbau, dan kambing yang cukup umur. Jika unta minimal umur 5 (lima) tahun, sapi dan kerbau minimal umur 2 (dua) tahun dan kambing minimal umur 1 (satu) tahun.
Kondisi hewan sehat, antara lain tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesu, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku, tidak mengeluarkan air liur/lendir berlebihan, dan tidak memiliki cacat, seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekor, atau mengalami kerusakan daun telinga kecuali yang disebabkan untuk pemberian identitas.
Penyembelihan hewan kurban diutamakan dilakukan di RPH. Jika dalam hal keterbatasan jumlah, jangkauan/jarak, dan kapasitas RPH, penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH dengan ketentuan melaksanakan penyembelihan hewan kurban di area yang luas dan direkomendasikan oleh instansi terkait.
Penyelenggara dianjurkan membatasi kehadiran pihak-pihak selain petugas penyembelihan hewan kurban dan orang yang berkurban. Selanjutnya, petugas menerapkan protokol kesehatan pada saat melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan hingga pendistribusian daging hingga memastikan kesehatan hewan kurban melalui koordinasi dengan dinas/instansi terkait. [tam.wwn]

Tags: