Gubernur Jatim Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima tanda kehormatan Kartika Pamong Praja Madya dari Rektor IPDN atas komitmennya dalam pendayagunaan alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan. Pada kesempatan itu Gubernur Khofifah sempat memberikan kuliah umum (stadium general) kepada praja yang hadir di tempat terkait penanganan Covid-19 di Jatim. ist

Di Kampus IPDN, Khofifah Beberkan Penanganan Covid-19 di Jatim
Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali menerima penghargaan atas prestasinya memimpin Jatim. Kali ini, penghargaan tersebut diberikan oleh Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Dr Hadi Prabowo berupa Tanda Kehormatan Kartika Pamong Praja untuk Gubernur Khofifah.
Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan pemerintahan Gubernur Khofifah yang baik dalam hal pendayagunaan alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan. Pemberian anugerah tanda kehormatan diberikan langsung oleh Hadi di Kampus IPDN, Sumedang, Senin (19/4).
Sebelum menerima tanda kehormatan, Khofifah sempat memberikan kuliah umum (stadium general) kepada praja yang hadir di tempat terkait penanganan Covid-19.
“Berbagi pikiran, program, pengalaman, menurut kami menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa saling belajar yang satu dengan yang lain. Berbagi, bagaimana Penanganan Covid-19 yang kita lakukan, mulai ada daerah zona merah pekat atau hitam, hingga sekarang mulai melandai,” ujar Khofifah.
Ia menceritakan, pada masa awal pandemi, kasus harian Covid-19 di Jatim, kerap kali menjadi nomor paling banyak di antara provinsi lain di Indonesia. Dengan berbagai ikhtiar yang ia lakukan, bersama jajaran Forkopimda Jatim, Kabupaten/Kota, relawan serta lintas sektor.
“Alhamdulillah, sekarang kasus Covid-19 di Jatim mulai melandai. Saya rasa sekarang sudah relatif terkendali, tinggal PR kami adalah memasifkan vaksinasi. Jatim selalu tertinggi capaian vaksinasinya meski demikian kami berharap akan terus bisa meningkatkan terutama untuk lansia dan sekarang para guru, karena Juli dimulai pembelajaran tatap muka secara bertahap,” ungkapnya.
Mantan Mensos RI ini menargetkan, akan ada zona hijau Covid-19 di Jatim seiring dengan melandainya kasus. “Zona merah sudah tidak ada di Jatim sejak akhir Januari. Sisa zona oranye sekarang dan kuning, kita berharap akan lahir zona hijau dalam waktu yang dekat ini,” imbuhnya.
Khofifah juga membeberkan berbagai upaya untuk meningkatkan perekonomian di Jatim di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya dirinya rutin menggelar gowes di Kabupaten/Kota di Jatim. Selain itu, pihaknya mulai menggencarkan misi dagang di lintas provinsi untuk menyambungkan antara pedagang Jatim dengan pembeli di luar provinsi sesuai marketnya.
Ia juga berpesan kepada pada praja yang berkuliah di IPDN, agar terus melakukan yang terbaik untuk negara. “Kalau pesan saya tadi jelas sekali, be yourself and do the best. Lakukan yang terbaik yang mereka miliki potensi-potensi jejaring-jejaring. Jasa mereka bisa melakukan yang terbaik dan mereka tahu yang terbaik yang bisa lebih produktif dan paling memberikan manfaat dari semua energi yang mereka miliki,” pungkasnya. [tam]

Tags: