Gubernur Jatim Tinjau dan Siapkan Ruang Isolasi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Madiun, Ahmad Dawami, Kapolres Madiun, Dandim 0803 Madiun dan Direktur RSUD Dolopo, saat meninjau RSUD Dolopo Kab Madiun, Sabtu sore (21/3). [sudarno/bhirawa]

(Di RSUD Dolopo bagi Pasien OPD dan PDPVirus Corona)
Pemkab Madiun, Bhirawa
Karena, sejak kemarin sore telah ada penambahan pasien OPD (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) virus corona/covid-19 ini, harus menjadi tanggung jawab bersama.Kebetulan RSUD Dolopo Kabupaten Madiun ini, mempunyai bangunan gedung baru.Sehingga ada opsi, kalau bangunan gedung baru di RSUD Dolopo itu, dijadikan untuk perawatan pasien OPD maupun PDP tersebut.
“Memangawalnya bupati Madiun menginformasikan kalau di RSUD Dolopo Kab Madiun terdapat bangunan baru yang layak untuk pasien baik OPD maupun PDP. Akhirnya pada hari ini (Sabtu sore 21/3) kami bersama tim meninjau kesini (RSUD Dolopo Kab Madiun ini. Red),” kata Gubernur Jatim, Khofifa Indar Paranwansa kepada wartawan saat meninjau RSUD Dolopo Kab Madiun, Sabtu sore (21/3).
Dikatakan oleh Gubernur, Alhamdulillah Allah memberikan anugrah, RSUD dolopo memiliki gedung baru yang bisa digunakan sebagai opsi ruang isolasi dan dapat meng-cover sekitar 88-100 pasien (ODP dan PDP). “Nanti bisa dikoordinasikan dokter Joni dan dokter Bangun bersama tim RSUD Dolopo, supaya kita bisa hitung, mana yang Pemprov bisa support dan Pemkab untuk sharingnya (pembagian tugas),” terang Khofifah.
Menurut Gubernur, penambahan RS rujukan dan tempat tidur isolasi akan terus diupayakan seiring bertambahnya jumlah pasien ODP, PDP dan positif Covid 19.Untuk opsi perawatan ODP dan PDP, walaupun bertambah bad dan RS, namun tidak menjadi jaminan.
“Karena aparatur medik dan paramedik ini memiliki keterbatasan jangkauan dan waktu.Dokter paru di RSUD Dolopo ini ada satu, RSU dr Soedono ada satu dan RSUD Caruban juga satu.Maka tindakan preventif harus diutamakan untuk mengendalikan penyebaran Covid 19,” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengatakan, bahwa gedung ini sebenarnya sudah siap dipakai, tapi ketika Jawa Timur diumumkan ibu Gubernur tanggap darurat, “Kita tawarkan gedung ini, yang bisa dipakai sementara untuk menangani pasien covid-19,” kata bupati.
Menurut bupati Madiun, rumah sakit ini terpisah dengan RSUD Dolopo, karena gedung ini nantinya dipakai ruang isolasi, yang bisa menampung minimal 88 pasien. Untuk ruangan sudah layak dan untuk kesiapan peralatan dan lain-lainya akan saring dengan provinsi, Karena menurut direktur Soedono, gedung ini sudah siap.
Tentang kewaspadaan di masyarakat sekitar tentunya sudah difikirkan lanjut bupati. Dalam hal ini,bupati menjamin dan nanti akan di sterilkan semuanya. “Kita bertanggung jawab dengan Forkopimda langsung, jadi tidak ada istilah warga disekitar sini takut,”ungkap bupati.[dar]

Tags: