Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Jember

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Jember dr Faida serta Forkompimda saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Dusun Gendir Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Jember, Minggu (2/2/). [effendi]

Jatim Siaga I Cuaca Ekstrim
Jember, Bhirawa
Usai banjir bandang menerjang Desa Sempol Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, musibah yang sama juga dialami oleh warga di di Dusun Gendir Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Jember pada Sabtu (1/2) sore. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengakui bahwa wilayah Jawa Bagian Timur siaga satu terhadap cuaca ekstrim beberapa bulan kedepan.
Gubernur Khofifah akan terus memantau perkembangan dan berkomunikasi dengan BMKG terkait cuaca ekstrim diwilayahnya. ” Kami update terus, Jatim siaga satu cuaca ekstrim sampai akhir Februari hingga pertengahan Maret mendatang,” kata saat mengunjungi lokasi bencana, Minggu (2/2).
Apalagi di Jatim ada 7 gunung yang mengalami Karhutla, salah satu diantaranya Gunung Argopuro yang cukup parah. “Kita masih belum lihat, apakah itu wilayah Perhutani atau PTPN untuk segera dilakukan reboisasi. Kita sudah persiapkan format reboisasi dengan cara tabur biji melalui udara, maka kita perlu menghitung berapa luasan yang rencananya akan dilakukan reboisasi,” pungkas.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan ke lokasi banjir bandang di Dusun Gendir Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Minggu (2/2). Gubernur Khofifah tiba ke lokasi dengan mengendarai kendaraan jeep 4×4 dan berdialog dengan warga yang terdampak banjir bandang.
Didampingi Bupati Jember Faida, Kapolres Jember Alfian Nurrizal, Gubernur Khofifah meninjau titik-titik yang terdampak bencana banjir bandang. Ia memantau langsung proses pembuatan bronjong sebagai langkah untuk mengatasi pengikisan plengsengan sungai akibat banjir agar tidak diikuti dengan longsor dan juga tanah ambles.
Bronjong tersebut dibangun sepanjang 130 meter dan dengan lebar 5 meter di sepanjang Kalijompo. Bronjong dibuat dari susunan kawat yang diisi dengan bebatuan agar menguatkan tepi sungai. Tak hanya hanya itu, penguatan tepi sungai ini juga ditambah dengan sandbag dari Pemprov Jatim dan Balai Besar PUPR.
“Saya ucapkan terima kasih, tadi saya lihat pembangunan lapisan bronjong ini cepat sekali dikerjakan. Kecepatan ini sangat penting untuk menjadi keberseiringan psychosocial therapy. Kalau mereka melihat jalan sudah bisa dilewati, maka rasa aman akan dirasakan dan recovery akan bisa sangat terbantu,” kata Khofifah.
Pasalnya bronjong tersebut dibangun bersama TNI, Polri, tim BPBD kabupaten maupun provinsi . Ditargetkan dalam waktu lima hari ke depan seluruh bronjong dengan panjang 130 meter lengkap dengan sandbag sudah terpasang.
“Sebelum kami ke sini, kita melakukan rapat koordinasi, hadir dalam forum itu juga BBPJN dari Kementerian PU-PR. Kita ingin melihat jika ada langkah yang bisa kita ambil tekait kemungkin tanggul yang harus ditinggikan agar bisa dilakukan langkah antisipasi, lalu juga beberapa plengsengan yang butuh perbaikan fisik,” ucap mantan Menteri Sosial ini.
Tanggul yang butuh ditinggikan maka akan dibantu untuk ditinggikan. Begitu juga dengan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat adanya banjir bandang. Pasalnya ada sejumlah rumah yang mengalami kerusakan dan longsor akibat terkena banjir bandang.
“Ada rumah warga yang tertimbun , ada yang dapurnya kena longsoran saya minta diidentifikasi supaya setelah tanggap darurat bisa langsung rekonstruksi dilakukan,” tegas Khofifah. Pemprov Jatim juga akan memberikan bantuan berupa bahan bangunan untuk kepentingan rekonstruksi tersebut.
Saat di lapangan, jalan yang terputus memang tidak bisa dilalui. Untuk bisa menuju ke lokasi pengungsian, gubernur dan juga rombongan harus berjalan kaki dan juga disambung dengan menggunakan kendaraan khusus. Hal itu dilakukan agar bisa berdialog dan juga menyapa para pengungsi yang ada di lokasi pengungsian.
Di lokasi tersebut Khofifah berkesempatan untuk berdialog langsung dengan warga yang mengungsi. Mereka bahkan satu persatu mengutarakan kondisi rumah mereka yang rusak dan juga terendam lumpur. Pada para warga yang mengungsi, Khofifah turut menyerahkan bantuan berupa makanan, pakaian, selimut dan juga perlengkapan lain yang dibutuhkan sekaligus mengajak bersholawat.
Di sisi lain Khofifah meminta agar anak-anak yang besok harus sekolah tetap bisa sekolah. Untuk itu ia berterima kasih pada Bupati Jember yang berkenan menyediakan transportasi antar jemput bagi anak-anak yang harus sekolah.
Sementara, Bupati Jember dr. Faida mengatakan, berdasarkan data ada sekitar 137 KK dengan 450 jiwa yang terdampak banjir bandang kemarin. ” Dari jumlah warga, ada seorang wanita hamil, 10 lansia, 9 balita. Mereka sudah tertangani semuanya oleh tim medis” ungkap Faida.
Dari kejadian banjir bandang yang terjadi Sabtu (1/2) sore kemarin, ada satu jalan desa yang terputus dan 75 meter tanggul sungai yang terkikis.” Kami sudah menurunkan alat berat untuk memperbaiki akses jalan yang terputus dan memperbaiki tanggul sungai yang terkikis dengan memasang bronjong sepanjang 130 meter. Kami kerjakan secara bergotong royong, lima hari ke depan sudah selesai pengerjaannya. Untuk sementara kita buatkan jalan alternatif, dan dipastikan hari senin (hari ini) anak-anak bisa bersekolah, dan kami mempersiapkan antar jemput mereka,” janjinya. [efi,tam]

Tags: