Gubernur Jawa Timur Lantik Wali Kota Madiun Terpilih

30-gubernur-lantik-walikotaSehari Jelang Pelantikan, Terima Penghargaan Sebagai Kado Baris Jilid II
Madiun, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo SH,  MHum  melantik pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Madiun periode 2014-2019, Bambang Irianto  SH, MM,  Sugeng Rismiyanto  SH MHum (pasangan Baris jilid II)  dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Madiun, di Asrama Haji, Jalan Ringroad, Kota Madiun, Selasa (29/4).
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, meminta kepada Wali Kota agar berbagi tugas dengan Wakil Walikota. Karena ‘perceraian’ antara wali kota dengan wakil  wali kota, biasanya diawali dengan masalah kewenangan dan tugas.
“Memang wali kota tugas dan tanggungjawabnya lebih berat dibanding wakil wali kota. Tapi harus tetap berbagi tugas. Karena biasanya, ‘perceraian’ antara wali kota dengan wakil wali kota, berawal dari tugas dan tanggungjawab,” kata Pakde  Karwo dalam sambutannya.
Selain itu, Pakde Karwo minta kepada wali kota agar menjaga inflasi di Kota Madiun. Karena jika terjadi inflasi, yang menjadi korban adalah kelompok bawah atau orang miskin.
“Pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun bagus. Angka kemiskinan juga turun dan hanya tinggal 8900 jiwa. Karena itu, agar angka kemiskinan bisa lebih ditekan lagi, saya minta kepada Walikota untuk mencari warga miskin itu untuk dibantu. Ditanya kebutuhannya apa,” tegas Soekarwo.
Sedangkan pesan terakhir Pakde Karwo kepada Wali Kota,  minta tiga bulan setelah dilantik, agar segera membuat RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dengan melibatkan seluruh stakeholder (pemegang kepentingan).
“Misalnya, kalau menggusur, jangan hanya asal menggusur. Tapi yang digusur juga harus diajak bicara dan dicarikan solusinya,” pungkas Soekarwo.
Wali Kota Madiun, Bambang Irianto SH, MM usai dilantik mengatakan, salah satu aspek yang akan diperhatikan dalam kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan, yakni masalah pendidikan.
“Salah satu prioritas kami, adalah dunia pendidikan. Anak-anak di Kota Madiun harus sekolah semua. Kalau tidak punya biaya, gratis. Tidak punya tas, sepatu, seragam dan lainnya, kita belikan. Apalagi di Kota Madiun sekarang sudah ada dua perguruan tinggi negeri (Politeknik dan Perkeretaapian),” kata Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, kepada wartawan.
Sehari sebelum dilantik Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum, Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, SH. MM, Senin (28/4)  menerima penghargaan dari pemerintah pusata berupa Penghargaaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Terbaik II tingkat Nasional Penyelenggara Pemerintah Daerah.
Karena itu penghargaan dari pemerintah pusat ke Wali Kota Madiun, Bambang Irianto itu merupakan kado atau hadiah pelantikannya kepada pasangan Baris (Bamabang Irianto SH, MM – Sugeng Rismiyanto SH, MHum) jilid II.
Demikian halnya pasangan Baris jilid I (Bambang Irianto SH,MM – Sugeng Rismiyanto SH, MHum) pada perirode 2008 – 2013 juga berhasil menoreh berbagai penghargaan. Misalnya medali emas lomba karya  ilmiah UNEFO tingkat Internasional di tahun 2010.  Prestasi lainnya seperti penghargaan bergengsi berupa Adipura mulai tahun 2099 hingga 2012 secara aberturut-turut.
Sesuai planing, usai pelantikan, pada malam harinya diadakan pesta rakyat di sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Madiun. Dalam pesta rakyat ini, selain menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan menampilkan tiga dalang, juga didatangkan sebuah group Band dari Jakarta.
Tak hanya itu,  untuk memanjakan masyarakat Kota Madiun, dalam pesta rakyat tersebut, di sepanjang Jalan Pahlawan juga disediakan sepuluh ribu porsi makanan gratis.
Untuk diketahui, pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil  Wali Kota) Kota Madiun yang dihelat 29 Agustus 2013 lalu, pasangan incumbent yang diusung Partai Demokrat,  Bambang Irianto SH, MM – Sugeng Rismiyanto SH, MHum (Baris Jilid II), memperoleh hasil suara tertinggi dengan perolehan sebesar 48.546 suara (49,35 persen). Disusul pasangan yang diusung PDIP, Parji-Indah Raya (PARI) dengan perolehan 32.230 suara (32,76 persen).
Sedangkan posisi ketiga ditempati pasangan dari jalur independen Zaenuddin-Kushendrawan (AWAN 19) dengan 7.664 suara (7,79 persen). Peringkat empat ditempati pasangan indenpenden Muchid-Karni (Murni) dengan 5.506 suara (5,60 persen). Posisi kelima ditempati pasangan yang diusung Partai Hanura, Sutopo-Tri Nuryani (TOP CARE) dengan perolehan 2.504 (2,55 persen) serta posisi juru kunci ditempati pasangan yang diusung Partai Golkar dan PKS, Arif Purwanto-Hari Suci (ARH) dengan perolehan 1.919 suara (1,95 persen). [dar]

Tags: