Gubernur Kenalkan Tiga Karakter IKI ke Alumni Eks APDN Malang

Pemprov, Bhirawa
Eks kampus APDN Malang yang kini menjadi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, menjadi tuan rumah silatnas dan seminar nasional (Semnas) Pamong Praja STPDN Angkatan 01. Ratusan alumni dari berbagai wilayah di Indonesia turut hadir bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Kepada para alumni, Gubernur Khofifah mengajak untuk bergandengan tangan menjawab dinamika global lewat Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi (IKI). Terlebih bagi para alumni STPDN angkatan 01 yang saat ini telah menduduki jabatan strategis di berbagai instansi pemerintahan di Indonesia. Semangat IKI telah digaungkan Gubernur Khofifah sejak HUT Prov. Jatim pada 12 Oktober 2022 yang lalu.
“Menghadapi tantangan masa depan termasuk ancaman krisis pangan, ekonomi dan energi maka IKI adalah jawabanya. Seluruh tim di Pemprov Jatim telah kami satukan langkahnya untuk berani berinisiatif dan seluruh kepala OPD harus open mind,” ujarnya saat membuka Silatnas Dan Seminar Nasional (Semnas) Pamong Praja STPDN 01 di BPSDM Prov. Jatim, Jl. Kawi Malang, Sabtu (3/12) malam.
Gubernur Khofifah mengatakan, kunci menghadapi dinamika dunia baik era 4.0 maupun era 5.0 bahkan nanti 6.0 solusinya adalah kolaborasi. Sedangkan, inovasi adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan saat ini.
Karakter IKI dikatakan Khofifah telah ada pada para tokoh pencetak perubahan atau game changer baik kelas dunia maupun skala nasional. Salah satu sosok Game Changer di Indonesia diantaranya Ir Soekarno, dr Soetomo, KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Hasyim Asy’ari. Sementara sosok Game Changer Dunia yakni Steve Job, Mark Zugerberg hingga Elon Musk.
“Ketiga karakter IKI adalah karakter utama dari figur penggerak perubahan zaman yang tak ubahnya seorang game changer. Para game changer ini menggunakan segenap kekuatan, daya upaya untuk menciptakan gagasan yang dapat memberi makna baru dan mengubah kehidupanya, lingkungannya maupun mengubah dunia,” imbuhnya.
Menurutnya, silatnas ini menjadi ajang untuk bisa saling bertukar pikiran karena para alumni ini adalah mereka yang memiliki karir dan jabatan di berbagai jenjang baik pusat hingga daerah. “Diantara pengalaman dan karir dari masing masing alumni ini diharapkan tercipta ide-ide positif demi membangun Indonesia,” ungkapnya.
Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai menambahkan, peserta silatnas dan seminar nasional merupakan purna praja STPDN angkatan 01 yang pernah mengenyam pendidikan di eks APDN Malang selama dua tahun sebelum mereka dipindah ke STPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
“BPSDM Jawa Timur bangga dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan silatnas dan Semnas purna praja APDN angkatan 01. Menjadi kebanggaan bagi kami yabg juga alumni STPDN dapat melayani para senior yang sudah beprestasi luar biasa di berbagai instansi pusat sampai daerah,” ujar Aries.
Lebih lanjut Aries menyampaikan, sampai saat ini eks APDN Malang kini terus berkembang dan terawat dengan baik. Hal ini lantaran perhatian Gubernur Khofifah yang sangat tinggi terhadap pengembangan kompetensi ASN. Bahkan manfaatnya dari berbagai program pengembangan kompetensi itu telah dirasakan tidak hanya oleh ASN Pemprov Jatim, melainkan juga kabupaten/ kota bahkan ASN se Indonesia.
“Eks APDN Malang saat ini sangat terawat dan terjaga dengan baik atas dukungan luar biasa ibu Gubernur Jatim. Termasuk program-program yabg terus difokuskan untuk melayani kebutuhan ASN,” ujar dia.
Di sisi lain Ketua Almuni STPDN Angkatan 01 yang juga selaku Direktur Layanan Aplikasi Pemerintahan Kemenkominfo Bambang Dwi Anggoni menyampaikan berterima kasihnya atas kehadiran Gubernur Khofifah dalam silatnas dan seminar nasional hari ini.
Pihaknya mengatakan, bahwa IKI yang digaungkan oleh Gubernur Khofifah merupakan salah satu pemantik semangat bagi para alumni STPDN angkatan 01 agar bisa lebih maju dan solid ke depannya.
“Arahan dan pembinaan dari Ibu Gubernur yang kaya akan pengalaman kepada kami utamanya Inisatif Kolaborasi dan Inovasi atau dikenal dengan IKI ini akan dilanjutkan sebagai bekal melangkah dan bekerja lebih baik di masing masing instansi kami,” tegasnya.
Ia mengatakan, secara total pamong praja STPDN angkatan 01 berjumlah 491 orang. Dari jumlah itu, banyak yang sudah menduduki jabatan di berbagai jenjang pemerintah pusat seperti kementrian, lembaga hingga menjadi pejabat di lingkungan daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. “Jumlah kami 491. Kami banyak berprofesi di kementrian lembaga hingga dosen yang mengajar di perguruan tinggi,” tutupnya. [tam]

Tags: