Gubernur Pastikan Hewan Kurban di Jatim Surplus, Sehat dan Tervaksin

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menilik salah satu peternakan sapi terbesar di Kabupaten Lamongan, yakni ternak sapi Sumber Jaya yang terletak di Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung milik Haji Juri.

Lamongan, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban di Jatim mengalami surplus, sehat dan tervaksin. Hal itu diungkapkannya di sela blusukan meninjau kandang kurban di Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Selasa (6/6).

Kehadiran Gubernur Khofifah di kandang dengan 173 Ekor sapi jenis Limousine dan Simental itu, untuk memastikan semua hewan kurban di sana sudah mendapatkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ataupun Lumpy Skin Disease (LSD). Sehingga, seluruh hewan kurban baik sapi maupun kambing yang dijual pada masyarakat dalam kondisi sehat, baik serta layak konsumsi.

Usai peninjauan, Gubernur Khofifah menyampaikan, sampai saat ini semua hewan kurban di Jatim dalam keadaan sehat dan baik. Bahkan sudah sejak tiga bulan terakhir kasus PMK di Jatim juga sudah zero kasus atau tidak ada kasus.

“Kita bersyukur kasus PMK di Jatim 3 bulan terahir sesuai laporan harian Kadis Peternakan Jatim sudah zero atau nol kasus. Baik kasus aktif maupun kematian sudah nol di Jawa Timur. Ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa hewan kurban baik itu sapi, kambing, domba maupun kerbau dalam keadaan sehat dan baik. Begitu juga penyakit LSD sekarang juga sudah gencar dilakukan vaksinasi LSD untuk hewan ternak,” paparnya.

Gubernur Khofifah menegaskan, Jatim dikenal sebagai gudangnya ternak di Indonesia. Dimana, produksi ternak Jatim memberikan kontribusi sebesar 27 persen terhadap populasi nasional dan menduduki peringkat tertinggi secara nasional.

Di momen jelang Idul Adha ini, Gubernur Khofifah juga memastikan bahwa Hewan Ternak di Jatim dalam kondisi surplus baik jenis Sapi, Kambing, Domba maupun Kerbau.

Berdasarkan data, saat ini ketersediaan Sapi Potong di Jatim tercatat ada 1.003.700 ekor. Jumlah itu jauh melebihi proyeksi kebutuhan hewan kurban sapi untuk tahun 2023 yaitu sebanyak 56.851 ekor. Sehingga Jatim mengalami surplus sapi potong sebesar 946.849 ekor.

Sedangkan untuk Kambing, total ketersediaannya di Jatim mencapai 729.600 ekor. Jumlah ini juga melebihi jumlah kebutuhan untuk hewan kurban yaitu sebanyak 211.951 ekor, sehingga surplus sebesar 517.469 ekor.

Pun begitu dengan Domba yang ketersediaan di Jatim sebesar 277.000 ekor. Sedangkan kebutuhan untuk kurban sebesar 35.291 ekor sehingga surplus 241.709 ekor. Sementara untuk hewan kurban ternak Kerbau ketersediannya sebesar 4.250 ekor dengan kebutuhan sebesar 13 ekor sehingga surplus 4.237 ekor.

“Untuk Idul Adha tahun ini proyeksi kebutuhan hewan kurban Jatim sebanyak 483.859 ekor. Alhamdulillah di Jatim semua dalam kondisi cukup, bahkan surplus baik untuk sapi, kambing, domba maupun kerbau,” tegasnya.

Melihat kondisi hewan ternak yang surplus itulah, Khofifah mengajak kepada provinsi dan daerah lain untuk membeli maupun mengakses hewan ternak asal Jatim yang terbukti sehat dan baik serta sudah divaksin PMK maupun LSD.

“Saya ingin mengajak daerah atau provinsi lain membeli hewan kurban dari Jatim karena kita surplus baik jumlah Sapi, kambing, domba dan kerbau juga surplus. Dan semuanya dalam kondisi sehat dan baik yang kesemuanya dalam proses monitoring oleh tim dokter hewan jadi Insyaallah semuanya aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan, akan terus melakukan pengecekan anti mortem secara rutin dengan memberikan disinfeksi, vitamin dan perawatan lainnya, terutama 21 hari sebelum dipotong oleh petugas dari Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan hewan.

“Seluruh hewan untuk persiapan kurban di Lamongan kami nyatakan sehat. Kondisi tersebut akan terus kita maintenance dengan melakukan pengecekan rutin oleh petugas Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan sehingga menjamin kualitas hewan hingga dipotong nanti,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Tahun lalu, kebutuhan hewan kurban di Lamongan mencapai sekitar 6.000 hewan kurban. Sementara, hewan ternak yang terletak di Desa Wonokromo, Kecamatan Timung mencapai 500 hewan ternak.

“Pada Iduladha tahun ini di Lamongan ada 8.065 ekor, 173 ekor diantaranya dari kandang Haji Juri dan 600 ekor sapi yang ada di Desa Wonokromo. Sedangkan untuk kambing ada 18.025 ekor dan domba 6.155 ekor,” pungkasnya. [aha.yit.tam.iib]

Tags: