Gunakan Angket, Tentukan Pelaksanaan Simulasi PTM di Sekolah

Kepala SMKN 5 Surabaya, Heru Mursanyoto dan Kepala Laboran Teknik Mesin meninjau peralatan dan sarpras dalam persiapan simulasi PTM.

Ajukan Izin PTM, Jika Surabaya Masuk Zona Kuning
Surabaya, Bhirawa
Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang SMA/SMK di Surabaya tengah dikaji. Pasalnya, wilayah Surabaya yang sebelumnya masuk kategori zona merah dalam penyebaran Covid 19, kini berubah menjadi zona oranye. Kendati belum tahu kapan PTM dilaksanakan, namun sejumlah sekolah melakukan berbagai kesiapan dalam tahap simulasi.
Seperti SMKN 5 Surabaya. Meskipun belum pernah melakukan simulasi, namun pihaknya saat ini tengah menyiapkan angket terkait tanggapan orang tua. Hasil itu akan digunakan dalam penentuan pelaksanaan simulasi PTM di sekolahnya.
“Kini sedang di tahapan minta tanggapan orang tua dan sekarang sedang diolah para guru untuk penentuan pelaksanaan PTM nya. Harapan saya siswa yang diizinkan orang tua ini yang masuk. Khususnya bagi kelas XII untuk pelajaran kejuruan dan matematika atau materi eksak,” ujar Kepala SMKN 5 Surabaya, Heru Mursanyoto kepada Bhirawa, Rabu (14/10).
Jika hal ini sesuai rencana, Heru menyebut jika satu kelompok akan diisi tujuh siswa dalam sekali PTM selama sepekan. Sedangkan kelompok lainnya, akan mengikuti pada pekan berikutnya. Untuk kelas XII sendiri tercatat 700 siswa dari 2.936 total keseluruhan siswa.
“Jadi mereka PTM sebulan sekali dalam sepakan. Dan saya khususkan untuk kelas XII karena untuk mengasah kompetensi yang tiga bulan ini tidak pernah praktek karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring,” ujar Heru.
Sedangkan bagi siswa yang akan menjalankan prakerin, Heru menjelaskan, jika sebagian siswa kelas XIII sudah disebar di berbagai daerah, utamanya wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, dengan menyertakan surat izin dari orang tua. Namun tidak semua siswa bisa diberangkatkan untuk Prakerin. Di jurusan Kimia misalnya, sekitar 40% siswa belum melakukan prakerin karena berkaitan dengan laboratorium industri yang lebih mengutamakan karyawannya. Sedangkan di jurusan lainnya sudah 100% hingga 90% diberangkatkan.
“Macam – macam persoalannya, ada yang dari industri sendiri lebih mengutamakan siswanya, ada juga yang belum dapat izin dari orangtua. Untuk yang belum prakerin ini diberikan materi teori secara Daring, sambil menunggu kepastian industri. Saya berharap pada Bulan Januari 2021 mendatang mereka bisa berangkat semua. Karena kami sudah mulai prakerin sejak bulan Agustus lalu hingga Mei 2021 mendatang. Pembekalan terkait penulisan laporan dilakukan secara Daring,” papar dia.
Sementaran itu, terkait evaluasi PJJ, Heru mengungkapkan, berbagai keluhan diterima selama pembelajaran Daring. Dari mulai kendala teknis hingga penyampaian materi yang sulit diterima siswa. Alhasil, dari evaluasi internal yang dilakukan pihaknya melalui Google Form, sebanyak 25 persen siswa kurang memahami materi yang diberikan selama tiga bulan ini. Sedangkan 10% lainnya terkendala teknis.
Terpisah, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Surabaya, Lutfi Isa Ansory menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan PTM akan dilaksanakan. Sebab, hal itu masih dalam kajian. Ia juga masih menunggu kebijakan pemerintah setempat mengingat, Surabaya berada di zona oranye.
“Kami masih menunggu karena datanya masih fluktuatif. Nanti kalau sudah menjadi zone kuning, baru diajukan untuk mendapatkan izin PTM karena persyaratan PTM itu kan harus ada izin dari beberapa instansi yang terkait,” jabarnya.
Meskipun begitu, Lutfi menjabarkan, jika wilayah Surabaya dan Sidoarjo belum menggelar PTM. Namun hanya sebatas simulasi yang nantinya akan dilakukan evaluasi dalam penerapan PTM nantinya.
“Di simulasi ini nanti akan dievaluasi terutama izin orang tua. Andaikan sudah diperbolehkan PTM, jadi sekolah itu sudah benar – benar siap. Karena belum bisa menyiapkan PTM secara pasti kalau belum ada simulasi,” jelas dia.
Terkait simulasi, Lutfi menuturkan, jika hal itu tergantung kesiapan sekolah masing – masing. Ada yang tidak melaksanakan karena memang dinilai belum perlu. Ada juga yang tengah melakukan kesiapan.
“Jadi kami tidak memaksa semua sekolah harus melaksanakan PTM atau tidak. Tapi menurut kebutuhan dari masing – masing sekolah perlu ada atau tidak. Terutama SMK yang berkaitan dengan praktek pun, itu perlu simulasi karena memang tidak bisa Daring karenanya perlu disimulasikan,” papar nya. [ina]

Tags: