Guru Harus Jadi Satgas Covid-19 di Dalam Kelas

Ketua Panitia Vaksinasi Smamda sedang memantau pelaksanaan vaksin. [achmad suprsyogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Mengatisipasi agar tak terjadi klaster baru penyebaran Covid 19 di lingkungan pendidikan. SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menerapkan semua guru pengajar harus menjadi Satgas Covid 19 di dalam kelas. Karena tugas Satgas Covid 19 yang dibentuk sekolah hanya bisa bertugas di luar kelas.
“Karena di dalam kelas itu yang bisa mengawasi hanya gurunya langsung. Selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ini hasilnya sangat efektif. Dan harus dilakukan secara rutin dan konsisten,” ungkap Waka Kesiswaan Smamda Sidoarjo, Moh Ernam disela – sela memantau vaksinasi siswanya, pada Kamis (23/9) kemarin.
Pihak sekolah sudah menghimbau seluruh guru agar memperhatikan Prokesnya, dan mengingatkan para siswa agar memakai masker dengan benar. Juga jaraknya harus dijaga. Maka para guru juga selalu diingatkan agar sering menegur, mengingatkan hingga membimbing agar siswa bisa menerapkan Prokes dengan baik,” himbaunya.
Diharapkan PTM ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Apabila terjadi klaster baru, maka yang rugi semua pihak dan kembali pembelajaran secara Daring. Sebab PTM harapan semua siswa dan orang tua. ”Makanya kita meminta kepada guru yang mengajar di kelas agar betul – betul menjaga Prokes, terutama memperhatikan siswa menjalankan Prokes dengan benar,” pintanya.
Ketua Pelaksana Vaksinasi Smamda, Rochman Hadi Eko Prayitno menjelaskan, kalau program ini kerjasama dengan Puskesmas Sekardangan Sidoarjo. Sebanyak 500 dosis terus disuntikan kepada siswa dan warga sekitar, karena para siswa sudah banyak yang vaksin mandiri. Dari total siswa sebanyak 1.300 sudah divaksin tahap pertama dilakukan dalam beberapa tahap.
“Harapan kami PTM ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan aman. Sehingga sesuai dengan harapan semua guru dan orang tua agar bisa PTM 100% dan bisa terlaksana dengan baik,” harapnya. [ach]

Tags: