Guru Harus Siap Menghadapi Digitalisasi Pendidikan

Sri Catur Purnawati SPd MPd

Sri Catur Purnawati SPd MPd
Era kemajuan teknologi ternyata membuat semua orang harus siap menjalani perubahan, tak terkecuali para guru. Mereka juga harus siap melakukan perubahan cara pembelajaran dengan digitalisasi. Eranya memang sudah seperti itu, cara mengajar harus komunikatif, kolaboratif, critical thinking, mampu memecahkan masalah.
Menurut Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Sidoarjo, Sri Catur Purnawati SPd MPd, kondisi ini belum cukup, sebab kini ditambah lagi ada co passion dan computation atau teknologi informasi. Jadi kita harus siap menghadapi perubahan dan mau menjalani perubahan. Istilah candaannya ISO 3.0 atau Iso Gak Iso Kudu Iso (mau tidak mau harus mau) untuk belajar secara digital.
Waka Bidang Humas ini menjelaskan, kalau teknologi itu sebenarnya hanya sebagai alat saja, yang penting esensinya, bagaimana sebenarnya guru itu mampu menstrategikan di dalam pembelajarannya.
Guru kelahiran Kediri, 25 September 1975 ini mengaku, awalnya memang mengalami kesulitan, karena perubahan terjadi secara mendadak dan langsung beralih ke digital, bagi guru yang tidak siap akan mengalami banyak kendala, bahkan sampai putus asa.
“Bentuk kesiapan kami harus mau belajar dengan berbagai macam aplikasi – aplikasi yang diperlukan. Perubahan secara global inilah yang memaksa kita harus belajar,” jelas peserta terbaik pelatihan sekolah rujukan 2017, saat ditemui (9/3) kemarin.
Instruktur Nasional 2013 ini ketika mengikuti berbagai pelatihan ternyata juga banyak ilmu yang didapatkan dari para peserta. Bisa saling bertukar informasi yang begitu banyak, begitu beragam sehingga bisa lebih meningkatkan kompetensi para guru diera saat ini.
Peraih juara dua guru prestasi SMP 2019 ini juga mengaku kalau sebenarnya lebih senang ketika siswanya menghasilkan sesuatu, karena sesuai dengan passionnya. Diantaranya mengubah strategi pembelajaran berbasis AKM-PISA. Siswa dituntut untuk giat berliterasi, berfikir kritis, kolaboratif, berkomunikasi dan mampu memecahkan masalah. Juga mewujudkan literasi, numerasi, digital, sain dan kewirausahaan. Sehingga mampu menciptakan sesutu yang disesuaikan dengan perbuhan global.
“Kami sudah memiliki produk unggulan di sekolah, yakni Aloves, Aloe Vera Spensada, yaitu mengembangkan potensi siswa yang dieseuaikan dengan gaya belajar dan mengakomodir multiple intelegent,” pungkas Sri Catur Purnawati yang lagi aktif kulias S3 Teknologi Pendidikan Unesa. [ach]

Tags: