Guru, Teknologi dan Pandemi

Oleh:
Muharsyam Dwi Anantama
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Surakarta. Belajar sastra di Komunitas Penyair Institute (KPI) Purwokerto. Menulis Puisi dan Esai yang telah tersiar di beberapa media massa.

Peristiwa inspiratif dapat kita petik dari tragedi jatuhnya bom di Nagasaki dan Hiroshima, Jepang. Ketika bom atom menghancurkan dua kota tersebut, hal yang pertama kali ditanyakan oleh kepala negara Jepang yakni apakah masih ada guru dan buku yang tersisa? Hal itu mencerminkan betapa pentingnya keberadaan guru bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Sebab, guru merupakan pengemban ilmu yang berisi ribuan mahkota pengetahuan. Kemajuan suatu bangsa tidak hanya dengan bermodalkan kekayaan alam yang melimpah namun juga ditopang oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Salah satu pilar penting kemajuan sebuah bangsa adalah kehadiran guru. Hal ini secara historis telah dicontohkan oleh Jepang sehingga bisa menjadi Negara maju dan adidaya.
Lalu bagaimana dengan peran guru di Indonesia? Di Negara yang gemah ripah loh jinawi ini guru juga memiliki posisi sentral. Proses pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peran guru. Guru menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan. Tanpa guru, rasanya akan sulit bangsa Indonesia membuat konversi tingkat melek huruf dari 5% menjadi 92%. Tanpa guru, akan sulit membayangkan lahirnya generasi berkualitas di Indonesia.
Guru dan Arus Teknologi
Tanpa bisa terhenti, modernitas terus melangkah. Zaman telah berubah. Kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Di abad ke-21 ini, kita selalu dimanjakan dengan berbagai macam keinstanan. Mencari suatu informasi bukan hal yang sukar di zaman ini. Melalui gawai dalam genggaman, beragam pengetahuan dari seluruh dunia akan berdatangan ke hadapan kita.
Kemajuan teknologi dan pendidikan begitu erat berkaitan. Pendidikan dengan segala hal yang bertemali dengannya, termasuk teknologi, terus mengalami perkembangan seiring laju zaman. Perkembangan dan perubahan yang terjadi mencakup beberapa aspek. Mulai dari yang bersifat kebijakan hingga pada perkembangan tataran pelaksanaan pembelajaran.
Perubahan yang menyentuh beragam aspek itu tentu berdampak pada semua pihak. Guru menjadi salah satu pihak yang terdampak. Guru merupakan garda terdepan dalam tataran pelaksana pendidikan. Perannya amat vital. Kualitas dari sumber daya manusia dari hasil proses pendidikan, sangat bergantung pada peran seorang guru. Oleh karena itu, guru menjadi bagian sentral dan penting dalam kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Setiap zaman selalu punya anak zamannya sendiri. Begitu pula dengan zaman di abad ke-21 ini. Guru yang mengajar siswa di era ini tentu harus terus berbenah. Kemajuan teknologi merupakan suatu hal yang harus diikuti oleh seorang guru. Guru harus bisa mengubah paradigma kemajuan teknologi dari sebuah hambatan dan kesusahan menjadi peluang dan kemudahan. Kreasi dan inovasi seorang guru akan lebih terbantu dengan hadirnya perangkat teknologi yang beraneka rupa.
Guru yang kreatif dan inovatif serta kaya akan pengetahuan merupakan guru yang sangat diharapkan oleh siswa-siswanya. Namun jangan lupa, tugas guru bukan hanya mengajar saja. Lebih penting dari itu, guru harus mendidik. Mendidik tidak sama dengan mengajar. Hakikat mendidik memiliki makna dan implikasi lebih luas dan kompleks dari sekadar mengajar. Mendidik bertujuan membentuk siswa yang memiliki keseimbangan kekuatan spiritual, kepribadian, dan sosial. Inilah yang rasa-rasanya menjadikan posisi guru begitu berharga dan mulia.
Hal itu menjadikan profesi guru belum mampu digantikan oleh apapun. Bahkan, ketika abad ke-21 menawarkan robot dan mesin-mesin untuk mengganti berbagai profesi, peran guru tetap tidak bisa terganti. Benda-benda itu memang bisa mengajar dan memberikan ilmu. Tetapi, mereka tidak bisa mendidik siswa. Mesin-mesin dan robot-robot itu hanya dibekali dengan kecerdasan buatan (IA), tetapi tidak dengan hati buatan. Guru mengajarkan budi pekerti kepada siswa melalui contoh berupa tingkah laku yang mulia. Tapi, mesin-mesin itu tak akan mungkin bisa melakukannya.
Guru di Tengah Pandemi
Dunia, termasuk Indonesia, beberapa bulan ini dikepung oleh virus corona. Hal ini memmbuat berbagai kegiatan dirumahkan, termasuk kegiatan pendidikan. Siswa harus belajar di rumah dan guru harus mengajar dari rumah. Mereka hanya bisa bertatap muka melalui dunia maya. Di tengah pandemi virus corona, kemajuan teknologi seakan menemukan momentumnya. Dampak kemjuan teknologi nampak begitu terasa dan berguna. Perangkat-perangkat teknologi begitu membantu, memberikan akses pada kegiatan belajar mengajar.
Inovasi dan kreativitas guru seolah sedang di uji di tengah wabah virus corona ini. Guru harus mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Bukan sekadar pembelajaran yang membebankan siswa dengan bermacam penugasan. Namun sayangnya, hal tersebut masih jamak ditemukan.
Lepas dari problem itu, pandemi ini semakin mengukuhkan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru masih begitu dibutuhkan di tengah arus deras gelombang kemajuan teknologi. Hal ini nampak dari cuitan beberapa orang tua yang kewalahan memandu anaknya dalam kegiatan belajar secara mandiri. Padahal, kanal-kanal belajar telah banyak tersebar di dunia maya. Namun, peran guru sebagai seorang pendidik dan pengajar tetap yang utama.

————– *** ——————

Rate this article!
Tags: