Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar, Libatkan 18 Ribu Personel

Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat menginspeksi prajurit TNI di Koarmatim Surabaya beberapa waktu lalu. Tahun ini, peringatan HUT TNI ke-69 akan dipusatkan di Surabaya, 7 Oktober mendatang.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat menginspeksi prajurit TNI di Koarmatim Surabaya beberapa waktu lalu. Tahun ini, peringatan HUT TNI ke-69 akan dipusatkan di Surabaya, 7 Oktober mendatang.

Kota Surabaya, Bhirawa
TNI akan menggelar peringatan HUT ke-69 secara besar-besaran di Dermaga Ujung Surabaya  pada 7 Oktober 2014 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 20 miliar.
Tak lama lagi, masyarakat bisa melihat kecanggihan dan kemampuan para personel TNI. Sebab puncak HUT ke-69 TNI akan dihelat di Surabaya. Pada saat itulah, akan dipertontonkan kekuatan alat dan kemampuan para personel dari AU, AL dan AD.
Untuk hajatan  akbar ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 20 miliar.  Kapuspen TNI  Mayjen Fuad Basya mengatakan anggaran operasional sebesar Rp 20 miliar ini berasal dari negara. Menurut Fuad, biaya tersebut belum mencakup alutsista yang akan digunakan TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Udara maupun Angkatan Laut saat demonstrasi, seperti ada salah satu peluru dari alutsista yang sekali ditembakkan membutuhkan biaya operasional yang cukup mahal.
“Itu tidak termasuk biaya operasional yang telah saya sebutkan sebelumnya,” kata Fuad belum lama ini.
Ada berbagai demonstrasi yang akan dipamerkan TNI baik dari AU, AL, dan AD, mulai dari demonstrasi serangan-serangan udara langsung yang sasarannya ditembakkan di laut. Juga akan ada tank-tank penembakan di laut dan operasi lintas udara di Madura yang dapat disaksikan dari ujung dermaga.
“Ada kegiatan terjun statik di laut oleh AL. Pembebasan sandera di laut, bela diri militer di atas tank. Mereka nanti berkelahi di laut.  Demonstrasi  akan ditutup oleh Jupiter Acrobatic Team,” katanya.
Berbagai alutsista akan dipamerkan dalam perayaan HUT TNI nanti. Mulai dari pesawat tempur F-16, tank leopard, panser Anoa dan lain-lain. TNI total akan menerjunkan 205 pesawat dalam acara ini, 139 di antaranya milik TNI AU.
“Sekitar 18 ribu personel akan dilibatkan, baik yang upacara maupun yang ikut demonstrasi. Selain mengakhiri restra utama, peringatan HUT TNI secara besar-besaran ini sebagai kado untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelang purna tugas.
“Kita melepas beliau sehingga beliau ada kepuasan selama 10 tahun memimpin. TNI selama saya, juga sudah dibangun  dan dapat perhatian dari Presiden SBY.  Jadi  ini kado untuk beliau,” katanya.
Fuad menjelaskan alasan digelarnya HUT TNI di Surabaya, bahwa karena tempat tersebut dapat memenuhi kebutuhan demonstrasi dari AU, AL, dan AD. “Supaya manuver laut, udara, dan darat bebas. Semua dapat dilihat. Surabaya tempat yang paling signifikan. Panglima TNI ingin menampilkan secara optimal tiga angkatan. Jika di Halim nanti laut tidak kelihatan. Kalau Soekarno-Hatta bisa terkendala aktivitas nanti. Tanjung Priok juga bisa mati kegiatannya. Jika di Dermaga Ujung ada (Bandara) Juanda, Iswahjudi dan Abdul Rahman Saleh,” jelas Fuad.
Ia berharap dengan ditampilkannya demonstrasi-demonstrasi dari TNI, kepercayaan masyarakat terhadap TNI dapat semakin tinggi.
Kadispen AU Marsma TNI Hadi Tjahajanto menjelaskan sebanyak 205 pesawat militer yang akan dilibatkan dalam demo flying pass merupakan gabungan dari tiga matra. TNI AU selaku penanggung jawab pertunjukan di udara menerjunkan 138 unit pesawat, sisanya milik TNI AD dan AL. “Total nanti 205 pesawat. Di samping fly pass, juga ada demo Jupiter Aero,” tuturnya.
Beberapa hari sebelum memasuki puncak acara pada 7 Oktober, dilakukan geladi bersih secara berkala, yaitu pada 2, 3, dan 4 Oktober. Hal itu dilakukan untuk memastikan semua pertunjukan berjalan lancar dan lalu lintas udara tidak terganggu. “Pesawat tempur sudah stand by di Bandara Iswahyudi, pesawat baling-baling di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, dan sisanya di Bandara Juanda,” terangnya. [bed]

Tags: