Hadapi Ancaman Bencana, Bupati Ingatkan Masyarakat

7-FOTO OPEN hud-Apel BPBD 2Tuban, Bhirawa
Antisipasi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban kemarin (15/12) melakukan apel kesiagana, serta pelatihan dalam rangka menghadapi bencana dan sumulasi dari Tim Reaksi Cepat (TRC) di alun-alun Kabupaten Tuban.
“Kita mencoba untuk menciptakan keterpaduan semua pihak yang berkepentingan dalam mengantisipasi bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Tuban, selain itu guna meningkatkan kemampuan terciptanya koordinasi yang terjalin antar stakeholder untuk mengarungi dampak resiko yang akan terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Drs. Joko Ludiono, M.Si.
Beberapa stakeholder yang ikut dalam Apel TRC diantaeranya, Kodim 0811, Polres Tuban, Bagian Humas dan Media, Pimpinan Radio, ORARI, RAPI, SENKOM, Pramuka, UPT PMK, Dinkes, PMI, Relawan dari perguruan tinggi, Bappemas, Kasi Trantib, Dinas PU, Distamben, PMR Disdikpora, BLH, PDAM, serta sejumlah perusahan di antarantya Semen Indonesia, JOB PPEJ, Semen Holcim, PLTU dan TPPI.
“Ada tiga titik tanggul kritis yang telah dilakukan penanganan dan kondisinya aman, belum bertanggulnya DAS Bengawan Solo di dikecamatan Rengel dan Soko, potensi Banjir bandang, abrasi laut dan angin puting beliun. BPBD telah melakukan Mitigasi, Kontijensi, merancang skenario, menyusun peta rawan bencana, Gladi posko, gladi lapang dan pemberian bantuan penanganan darurat,” terang Joko Drs. Joko Ludiono, M.Si.
Sementara dalam sambutan Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengungkapkan bahwa bencana adalah sesuatu yang tidak pernah diharapkan, namun kadang kita tidak mampu menolaknya. “Oleh karena itu semua harus belajar dari pengalaman agar sebelum bencana datang dapat diantisipasi sehingga meminimalisir bahkan jika mampu dapat menghilangkan dampak lebih besar dari kejadian bencana yang terjadi. Oleh karena itu kegiatan pelatihan teknis akan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman semua pihak dalam menghadapi dan menanggulangi bencana,” kata Bupati dalam sambutanya.
Lebih lanjut orang nomor satu di Pemkab Tubanm ini menyatakan, Tuban memiliki limpahan rahmat berupa alam yang beragam, mulai dari laut, sungai, lahan pertanian dan kandungan bahan tambang yang penuh dengan potensi untuk mendukung kemajuan ekonomi daerah, demiakian juga patut waspada terhadap potensi alam yang berlimpah tersebut.
“Apabila tidak dikelola dengan baik maka akan memberikan dampak yang negatif, diantaranya potensi terjadinya bencana yang mengakibatkan kerugian bahkan menyebabkan korban jiwa. Oleh karena itu dalam mengelola potensi kekayaan alam harus dilaksanakan dengan penuh kearifan,” terang Bupati.
Oleh karena itu, bupati berharap semua masyarakat bersama-sama berbuat arif terhadap alam yang dikelola, jangan mengeksploitasi alam tanpa adanya batasan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan sendiri dan memberikan kerugian pada diri sendiri.
“Bagi semua pihak yang berkepentingan, kami mengimbau agar dengan adanya Peta Rawan Bencana diharapkan tahu dan mempedomani sebagai acuan penyusunan Rencana Pembangunan agar mampu melindungi masyarakat dan mencegah serta memperkecil resiko bencana yang mungkin terjadi,” Pesan Bupati diakhir sambutanya.
Petakan Daerah Rawan
Sementara itu, kedatangan musim hujan di tahun 2014-2015 ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memetakan daerah rawan bencana. Pasalnya di musim penghujan, Kabupaten Probolinggo masuk dalam daerah rawan banjir, longsor, angin puting beliung dan abrasi.
“Saat ini kami sudah melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah rawan banjir, longsor dan abrasi agar lebih mudah dalam melakukan penanganan ketika bencana tersebut terjadi. Kami telah mengkoordinasikan seluruh relawan bersiap dan bersiaga,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Selasa 16/12.
Daerah rawan bencana¬† dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan kepadatan penduduk. “Untuk penduduk di atas 1.000 KK masuk tinggi, kisaran 500 hingga 1.000 KK masuk menengah dan di bawah 500 KK masuk rendah,” jelasnya.
Daerah yang masuk rawan banjir meliputi beberapa desa di Kecamatan Besuk, Gading, Paiton, Pakuniran, Dringu, Gending, Kraksaan, Sumberasih, Tongas, Krejengan, Leces, Banyuanyar.
Sedangkan untuk daerah tanah longsor meliputi beberapa desa di Kecamatan Gading, Kotaanyar, Krucil, Bantaran, Banyuanyar, Lumbang, Maron, Paiton, Pakuniran, Besuk, Dringu, Tongas dan Wonomerto. Sementara daerah rawan abrasi meliputi beberapa desa di Kecamatan Sumberasih, Gending, Dringu, Pajarakan, Paiton, Kraksaan dan Tongas.
“Dari hasil pemetaan ini kami bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana agar senantiasa hati-hati, terutama pada saat intensitas hujan tinggi,” terangnya.
Dengan adanya pemetaan daerah rawan bencana ini diharapkan, agar nantinya relawan dari berbagai organisasi dapat melakukan antisipasi dengan baik dan melakukan penanganan dini dengan cepat. “Mudah-mudahan pemetaan daerah rawan bencana ini membantu relawan dan instansi terkait dalam melakukan antisipasi dan penanganan bencana,” harapnya.
Tanah longsong yang sudah terjadi di kabupaten Probolinggo di awal musim penghujan tahun ini adalah, di wilayah Gunung Bentar  sekitar wilayah wisata pantai Bentar, gunung yang melintang dan berada di jalan pantura tersebut longsong sehingga mengakibatkan macer beberapa saat.
Longsor yang terjadi di gunung Bentar yang mengakibatkan meluber ke jalan raya Gending beberapa hari terakhir ini, sudah bisa teratasi. Pasalnya, lumpur yang meluber ke jalan raya itu telah dilakukan pembersihan di sekitar pantai wisata Bentar, tambahnya.
Dengan begitu, arus Lalulintas pun sudah berjalan lancar meski di sekitar lokasi masih ada alat berat yang melakukan pembersihan. Anggota dari Satlantas Polres Probolinggo, selalu siaga pagi dan sore mengatur arus lalulintas, dari arah timur, maupun dari arah barat.
“Setiap hari petugas, kami kerahkan untuk berjaga mengatur arus lalin disekitar pantai wisata pantai Bentar. Agar pengendara yang melintas tetap terpantau dan lancer,”kata Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ridho Tri Putranto, Selasa (16/12).
Sejak terjadinya longsor di gunung Bentar, memang sedikit mengganggu terhadap pengendara yang melintas, namun semua itu masih mampu teratasi dengan lancer. Dan pengendarapun saat lumpur meluber kejalan masih relative normal. Sebab, pembersihan segera dilakukan, tambahnya. [hud,wap]

Caption foto : Didampingi ketua DPRD Tuban, HM. Miyadi, S.Ag, MM, Bupati Tuban H. Fathul Huda saat meliahat peralatan TRC BPBD setelah Apel kesiagaan di alon-alon kabupaten Tuban. (Khoirul Huda/bhirawa)

Tags: